Walikota Pontianak Bolehkan Takmir Masjid Selenggarakan Salat Ied di Masjid Masing-masing, tapi….


Foto dokumentasi: Usai Salat Ied 2016, Eddi Kamtono (ketika itu Wakil Walikota) bersalaman dengan warga yang mengerumuninya.
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Panitia Hari Besar Islam (PHBI) kota Pontianak, tahun ini tidak menyelenggarakan Salat Iedul Fitri 1441 H yang bertepatan dengan hari Ahad, 24 Mei 2020, terkait musibah Corona atau Covid-19 yang masih merajalela.”

HAL tersebut disampaikan oleh Walikota Ir H Eddi Rusdi Kamtonp, MT dalam Rakor Forkopimda (Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah) Kota Pontianak, usai memimpin rapat evaluasi tim gugus tugas penanganan covid-19 di Balai Kota ini, Selasa (19 Mei 2020).

Namun dia membolehkan bagi pengurus (takmir) masjid di Pontianak untuk menyelenggarakan Salat Ied di masjid masing-masing, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan melawan Covid-19, seperti memakai masker dan shaf terukur dengan pshycal distancing, tidak usah dulu bersalam-salaman dengan sesama jamaah sementara kondisional seperti sekarang. Diingatkan juga, jangan lupa cuci tangan untuk datang ke masjid dan membawa sajadah masing-masing.

Baca artikel terkait: *Pemkot Pontianak Tiadakan Salat Ied, Ini Solusinya:

*1/3 dari 333 Masjid di Pontianak Tarawih, 63 Masjid dan Lapangan Tetap akan Selenggarakan Salat Ied

 Baca juga: Resmi! Pemkot Makassar Izinkan Warganya Salat Idul Fitri di Masjid, Walikota lainnya Gimana?  

Eddi mengungkapkan, memang pihaknya tidak pernah melarang atau memerintahkan untuk menutup masjid, baik untuk salat 5 waktu, tarawih dan kegiatan sunah lainnya. Dirinya menyebut, hanya mengimbau dengan pelaksanaan kegiatannya memperhatikan standard protokol kesehatan terhadap Covid-19  guna mewaspadai  kemungkinan yang tak diingini. Olehkarena itu, Eddy juga minta supaya Salat Ied kali ini diselenggarakan singkat saja guna mewaspadai itu.

“Ya, silakanlah, tapi ingat, jangan berdesak-desakan. Cepat pulang, berlebaran di rumah saja bersama keluarga. Minal Aidin wal Faidhin,” pungkasnya. *BNTime

 

(Visited 33 times, 1 visits today)

Comments are closed.