Telah Tiada: Firman Muntaco, Mantan Dosen dan Bupati Melawi


Firman Muntaco (dok:BNTime/EAZ)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“H.Firman Muntaco, SH.,MH., yang lebih dikenal sebagai Bupati atau Mantan Bupati Melawi di Kalbar, melalui pesan beranting media sosial, petang hingga malam hari ini, dikabarkan telah meninggal dunia.”

FIRMAN, begitu namanya biasa disebut, dikabarkan telah meninggal dunia Rabu (13 Mei 2020) petang sekitar jam 15.00 WIB di RSUD dr Soedarso, belum terkonfirmasi apa penyakit yang dideritanya.

Firman yang kelahiran Pontianak, ibukota Prov Kalbar, adalah mantan Bupati Melawi pada priode 2010 – 2015, setelah setahun sebelumnya sempat menjadi Plt bupati di sana.

Sebelum terjun ke dunia politik partai Golkar, Firman berkiprah sebagai dosen Fak.Hukum Untan (Universitas Tanjungpura) Pontianak. Selagi mahasiswa, dia juga aktivis di Resimen Mahsiswa (Menwa) Untan, dan mendapat wing penerjun payung terbaik di resimennya. Selain itu, Firman juga giat di organisasi kepemudaan sampai akhirnya menjadi Ketua Majelis Dewan Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (DPW-PP) dua priode, 2012-2022.

Berikut dokumentasi BNTime beberapa foto aktifitas politik Firman Muntaco:

 

Firman Muntaco dan rivalnya incamben Walikota Sutarmidji usai penandatanganan kampanye damai 2014 perebutan kursi Walikota Pontianak

Dari kalangan advokad dan jurnalis yang pernah menjadi mahasiswanya, tertinggal kesan, bahwa “Pak Firman tidak pernah mempersulit mahasiswa.” Diceritakan, kalau datang ke rumahnya untuk urusan ujian, Firman selalu menyampaikan, “anggap seperti di rumah sendiri”.

Muhammad Djarni,mantan jurnalis sebuah suratkabar di Pontianak, yang pernah mendampingi sebagai Sekretaris di DPW PP Kalbar priode pertama (2012-2017) menyebut, “Enak bekerja sama dengan Pak Firman, semua dipercayakan, tidak banyak perintah, cuma memberikan koreksi kalau ada yang salah,” tutur Djarni melalui tilpon selulernya dari Kotif Singkawang.

Silaturahmi ke Pesantren Wali Songo, Pontianak

“Kalau tak ada halangan subuh ini saya berangkat ke Pontianak pakai sepedamotor, paling lama tiga jam sampai. Dengar-dengar nanti pagi akan dimakamkan di pemakaman muslim Jalan Abdurahman Saleh, BLKI. Berangkat dari rumah duka di Jalan Subarkah,” tambah Djarni.

Firman Muntaco yang berpostur tinggi, tak banyak bicara, menampilkan wibawa dengan tipelogi dapat menguasai publik. Di bawah kepemimpinannya di Kalbar, melahirkan banyak kader Pemuda Pancasila yang berkwalitas.

Bersama anggota PP Kalbar dalam sebuah kegiatan di Pontianak beberapa waktu lalu (Foto: dok/pribadi)

Firman Muntaco yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Melayu Kalbar, sempat menjadi kontestasi Walikota Pontianak sekitar 6 tahun silam vs Walikota incamben H.Sutarmidji,SH.,M.Hum yang juga mantan dosen FH Untan, menyatakan mendukung mantan lawan politiknya ini,  dan kini Sutarmidji adalah Gubernur Kalimantan Barat.

Dari kalangan politisi berbagai partai, menyampaikan rasa duka yang se dalam-dalamnya atas kehilangan sosok yang tak pernah memandang lawan politik sebagai lawan, tapi kawan. Dengan prinsip kawan tetap kawan, tak punya rasa dendam politik.

“Inalillahi wa innailaihi rajiun. Selamat jalan, Bung. Semoga amal ibadahmu semasa hidup mendapat ganjaran rakhmat yang setimpal dari Allah SWT, dan dapat memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggal”, Amiin !! *BNTime

(Visited 25 times, 1 visits today)

Comments are closed.