Masih Perlu Dibantu: Tim OTR ‘Darul Muttaqien’ Temukan Alamat Syarifah Mariyam Alqadri yang 13 Tahun Terbaring Cacat Total


[ A+ ] /[ A- ]

 (Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Bermula dari postingan WA habait Syarif Ikram Syahab, ada seorang janda bernama Syarifah Aminah, penyandang cacat berat perlu uluran tangan asal Kampung Tuan-Tuan, Kabupaten Ketapang.”

TIM OTR (On The Road) masjid Darul Muttaqien yang tengah mengemas 200 kg daging ayam buat para duafa segera bergerak, karena alamat kediaman penderita yang disebutkan di dalam WA tersebut ternyata satu kelurahan dengan masjid Darul Muttaqien.

Assalamualaikum, mhn penyaluran Zakat, fitrah dan infaq kpd keluarga kita penyandang cacat berat asal kp  Tuan2 an Syf Aminah binti Harun, alamat Jln. H.Rais A.Rahman Gg. Kodrat no.24  Ptk, tks.

Begitu bunyi WA tersebut yang di bawahnya terpasang foto wanita malang tersebut.

Syarifah Aminah Alqadrie yang cacat total (WA Ikram Syahab)

Tim OTR yang mengetahui hal tersebut bergerak cepat bersama BNTime mencari alamat yang ternyata tak jauh dari masjid Darul Muttaqin, hanya sekitar 500 meter. Kepada perempuan malang yang nyaris tak dapat bergerak itu, H.Bustami dari tim OTR menyampaikan paket yang diserahkan kembali oleh salah seorang penerima, berupa gula 2 kg dan ayam daging seberat lk. 2kg.

Menurut satu-satunya anak tunggal laki-laki Syarifah Aminah, yaitu Syarif Ishak Alqadri alias Syarif Bujang, dirinya sudah lama menjadi piatu. Ibunya cacat total sudah 13 tahun, hanya terbaring di atas tempat tidur.

“Dokter sudah nyerah”, ujarnya.

Diceritakan oleh Syarif Bujang (28), musibah bermula ketika ibunya akan menampal bak air yang terbuat dari bahan viber glas, tapi salah tindakan. Dari bahan cairan dan serabut viber yang untuk menampal bak, tiba-tiba api menyala menyambar-nyambar. Ibunya, Syarifah Aminah, tak tertolong.

Sejak itu Syarif Bujang terpaksa meninggalkan pendidikannya di pondok pesantren di Bangil, untuk sendirian merawat ibunya.

Untuk menafkahi ibunya dan dirinya, Syarif Bujang berjualan air tebu di dekat sebuah sekolahan di Jl.HM Suwignyo tak jauh dari rumahnya.

Kadang-kadang juga kalau ada yang mau, ceritanya, dia mengajar mengaji.

H.Bustami sempat menyemangati Syarifah Aminah, untuk tetap bertahan dalam kesabaran dan tetap berdoa.

“Tunggulah mujizat Allah, mana kita tahu,” kata Bustami memberi support.

Masih ada waktu satu hari jelang Idul Fitri 1441H jika Antum tersentuh hati ingin ikut berbagi meringankan beban Saudara kita.

Keduabelah kaki Syarifah Aminah tampak kaku, jari-jari tangan kirinya lurus tak bisa ditekuk, sementara jari tangan kanannya tak bisa diluruskan.

Artikel terkait: “Darul Muttaqien” Berbagi Rasa, Daging Ayam Gratis di ujung Ramadhan

Dia sempat dapat menoleh ke kanan melihat ke arah H.Bustami dan BNTime sebagai isyarat mengucapkan terimakasih.

“Insyaallah nanti kalau ada kegiatan lain di mesjid kami, kita akan datang lagi,” ujar H.Bustami dan mengucapkan Assalamualaikum. *BNTime

(Visited 44 times, 1 visits today)

Comments are closed.