Pemkot Pontianak Tiadakan Salat Ied, Ini Solusinya:


[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ utk perbesar huruf)

“Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengimbau untuk tidak menyelenggarakan Salat  Idul Fitri 1441 Hijriyah bertepatan dengan hari Minggu 24 Mei 2020. Walikota Pontianak – Edi Rusdi Kamtono menyampaikan,  Selasa (12 Mei 2020), Salat Ied kita tiadakan, masyarakat  kita imbau untuk Salat Ied di rumah.”

SECARA khusus, pihaknya  juga  menyampaikan imbauan kepada  pengurus masjid terkait hal tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menerapkan pembatasan fisik atau physical distancing sebagai upaya pencegahan penularan virus corona yang sudah masuk dalam fase transmisi lokal di Kota Pontianak.

“Kita juga sudah melakukan komunikasi dengan pengurus masjid sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Pontianak,” ujarnyanya.

Seperti diketahui, Pemkot Pontianak tiap tahun selalu menyelenggarakan Salat Ied di lapangan terbuka, Jl Rahadi Usman, depan kantor Balai Kota Pontianak.

 

Sementara itu Ketua MUI Kalbar – HM  Basri Har mengatakan, kewenangan untuk menentukan melaksanakan atau tidak Salat Ied di tengah pandemi Covid-19, ada di pemerintahan daerah. Namun diakuinya, berdasarkan hasil rapat, dalam waktu dekat akan dikeluarkan pedoman pelaksanaan Salat Ied di rumah.

 

“Hal tersebut agar umat tetap melaksanakan Salat Ied, akan tetapi mungkin dirumah, asalkan berjamaah,” katanya.

Terkait solusi tersebut,  MUI Kalbar akan mengeluarkan pedoman pelaksanaan Salat Ied di rumah. Namun agar tidak tumpang tindih dengan pedoman MUI pusat, maka sampai saat ini MUI Kalbar masih menunggu pedoman pusat.

Menurut Basri, hingga saat ini hanya ada edaran Menteri Agama, salah satunya meminta MUI membuat fatwa atau pedoman pelaksanaan Salat Ied. “Makanya kami tadi melaksanakan rapat komisi fatwa,” imbuhnya.

Saat ini, kata dia, fatwa MUI sudah jelas artinya untuk daerah terkendali diperbolehkan salat Jumat dan kegiatan di masjid. Namun demikian, pada wilayah yang tidak terkendali, maka boleh tidak melaksanakan Salat Jumat, diganti dengan salat di rumah. Hal tersebut juga sama dengan Salat Ied nanti.

Tetaplah jaga kebersihan di setiap kesempatan

“Salat Jumat itu wajib, sedangkan Salat Ied hanya sunnah, namun hanya dua kali setahun sehingga antusias umat untuk menghadiri cukup tinggi,” sebutnya.

Dikatakannya, jika memang pada daerah yang relatif  terkendali penyebaran Covid-19, mungkin saja dilaksanakan Salat Ied tergantung dari otoritas masing-masing pemerintah daerah. Namun tetap menerapkan protokol pembatasan fisik.  Seperti menggunakan masker, jaga jarak, membawa sajadah masing-masing.

“Karena memang menjaga jiwa jauh lebih penting dari yang lain,”pungkasnya. *BNTime

(Visited 22 times, 1 visits today)

Comments are closed.