Corona Merajalela, Harga Gula Menggila: “Darul Mutaqien” Pontianak Bagi-bagi Gula Gratis


Persiapan pembagian gula gratis Darul Mutaqien 1441 H (Foto:Eko Dharmawan/DM pro BNTime)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Di tengah situasi pandemi virus corona alias covid-19 yang mengharu-birukan sosial dan perekonomian rakyat, tak urung diikuti dengan melonjaknya harga gula di tanah air.”

BUKAN hal nisbi jika menggilanya harga gula di saat merajalelanya virus mematikan asal Wuhan, Cina itu, merupakan permainan para spikulan gula yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan sejak awal tahun ini hingga sekarang.

Padahal anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin mengatakan, kelangkaan gula pasir di pasar terindikasi besar akibat karena permainan mafia. Mereka sengaja menimbun, karena paham betul prediksi permintaan pasar meningkat jelang Bulan Ramadhan dan lebaran.

Bahkan ada beberapa analisa berkaitan dengan komoditas gula tahun 2020, bahwa akan terjadi defisit gula konsumsi pada tahun ini apabila tidak ada tambahan dari gula impor.

Bisa jadi ada yang nimbun untuk  ambil untung besar karena pasokan gula  berkurang baik produksi dalam negeri  maupun gula impor. Pemicu utamanya akibat, ratio stok/konsumsi masih relatif tinggi yang diperkirakan  sebesar 89,062  juta ton(50,45 % dari konsumsi total),” kata Andi di Jakarta, Senin (17/2/2020).

 

Di Kalbar contohnya, sampai dengan pekan ke dua Januari 2020 rata-rata harga gula pasir di provinsi ini masih berkisar antara Rp.12,500 – Rp.13,000/Kg.

Memasuki pekan ketiga Januari 2020, tiba-tiba melonjak menjadi Rp.14,000/Kg. Lalu hanya dalam beberapa hari berikutnya mengejutkan menjadi Rp.15,000 – Rp.16,000/Kg  s/d awal Maret 2020.

Pada  hari ini, Senin (16 Maret 2020) masyarakat dibuat terkejut dengan Lonjakan harga antara Rp.17,000.00 – Rp.18,000/Kg. “Sudah jalan seminggu harga segini (Rp.18,000),” kata seorang pengecer sembako salah satu ruko di Pasar “Flamboyan” Pontianak. Sementara di pasar swalayan yang ada di kota ini mematok harga Rp.16,500/kg.

Tetaplah jaga kebersihan di setiap kesempatan

Tak heran juga jika Politisi PKS asal Sulawesi Selatan itu menilai pimimpin negara kita terlalu fokus pada upaya rencana pemindahan Ibu Kota Negara. Akibatnya, ketika terjadi persoalan-persoalan yang esensi terjadi pada masyarakat, pemerintah kurang sensitif. Presiden RI juga perlu menambah konsentrasinya untuk memikirkan bagaimana supaya harga sembilan bahan pokok tetap stabil.

Baca Artikel terkait:

*Harga Gula Menggila, DPR Tuding Ada yang “Main Gila”. Jokowi Diminta Jangan Cuma Dengar Suara ABS

**Astaga, Harga Gula di Pontianak Tembus Rp.18,000/Kg, Bisa  Rp.20,000 – Rp.22,000 Jelang Lebaran

Dalam sepekan Ramadan saat ini, harga gula di Pontianak sudah menembus  Rp.19.000 – Rp.20.000 di pasaran dan warung-warung tradisionil, dan Rp.17.000 di Swalayan. Sementara di ibukota negara alias DKI Jakarta, selama warga dirumahkan, kata Habib Husin Ali Baraqbah via WA kepada BNTime, harga gula dipatok Rp.17,500/kg.

Di tengah kesulitan ekonomi warga yang menjadi ‘tahanan rumah’ akibat pandemic corona, Pemerintah Daerah Kalbar melalui Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPH) mengapresiasi situasi yang menyulitkan tersebut.

Ingat! Mereka Pejuang Kemanusiaan (AksiKata)

Permintaan Kuota Gula Pasir untuk Penjualan Murah bulan Ramadan 1441 H dan menghadapi Idul Fitri 1441 H dalam kondisi tanggap darurat, disampaikan DPPKH melalui surat kepada Perum BULOG Kanwil Kalbar secara bertahap.

BULOG dimintakan  agar dapat mengalokasikan gula pasir untuk didistribusikan kepada masyarakat melalui Masjid dan Pondok Pesantren, dengan prioritas ditujukan kepada keluarga kurang mampu dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp.12.500/kg. Pembayaran langsung oleh masing-masing penanggungjawab masjid/pondok pesantren.

Permohonan terbaru yang merupakan pembagian tahap ke-IV diberikan kepada 15 masjid, satu surau, satu Ponpes, dan dua lembaga pengkajian pengajian, masing-masing mendapatkan antara 200 – 300 dan 500 kg.

Gula Gratis dari Darul Muttaqien

 

Gula yang sudah dikemas per-2kg/per-orang diperlihatkan Marbot Darul Muttaqien, Abd.Hamid

Diantara 19 pemohon pada tahap IV kuota gula dari BULOG tersebut adalah masjid Darul Muttaqien yang diketui oleh H.Syirwan, mantan Direktur Pemasaran Bank Kalbar.

Menurut H.Eko Dharmawan, Ketua PHBI masjid Darul Mutaqqien, dirinya bertindak selaku pemohon ke Pemprov dan penanggungjawab pendistribusian gula murah itu sebanyak 500 kg.

Semula gula akan dibagikan dengan harga jual Rp.12.500/kg sesuai HET kepada warga menengah ke bawah.

“Tapi kita ndak tega juga. Akhirnya atas kesepakatan pengurus masjid dan yayasan, gula kita bagikan secara cuma-cuma alias gratis. Ya, dalam satu hari saja, untuk menebus setengah ton gula ke Bulog, dananya sudah terkumpul dari infaq dan sadakah jama’ah kita juga”, kata H.Eko.

Sebelumnya masjid yang beralamat di Jalan Tabrani Ahmad, Pontianak Barat ini, juga telah membagikan ratusan masker, dan 100 paket makan malam buat kaum duafa di jalanan oleh tim On The  Road Darul Mutaqien.

 

Dari 10 karung (500), jelas H.Eko, kita kemas untuk masing-masing 2 kg dengan sasaran utama kaum duafa dan menengah ke bawah di sekitar masjid ini 65 %, dan 35% dibagikan kepada para pemakmur Masjid.

“Alhamdulillah, dalam dua hari sejak usai salat Jumat kemarin, hingga hari ini sudah selesai kami bagikan kepada duaratus limapuluh orang”, pungkas H.Eko Dharmawan, Sabtu (2 Mei 2020). *BNTime

(Visited 74 times, 1 visits today)

Comments are closed.