Boleh Dicontoh Kejujuran Warga Kota Tegal ini, Kembalikan Ribuan Paket Sembako. Mengapa?


Wkl Walikota Tegal M Jumadi saat memberikan bantuan kpd warga terdampak Covid-19 (Humas Pemkot Tegal)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi mengungkapkan, sebanyak 1.186 paket sembako  dikembalikan oleh warganya kepada Pemerintah Kota Tegal. Paket sembako tersebut merupakan bantuan dari Pemkot Tegal untuk warga miskin di Kota Tegal yang terdampak Covid-19.”

MENURUTNYA, seperti dikutip BNTime dari AyoSemarang, warga yang mengembalikan paket sembako tersebut karena merasa dirinya sudah mampu dan tidak miskin lagi.

“Mereka juga ada yang sudah pindah alamat dan tidak bertempat tinggal di Kota Tegal,” kata Jumadi, Senin (4/5/2020).

Jumadi mengatakan, dari jumlah 14.111 warga miskin di Kota Tegal, masih banyak warga yang belum menerima bantuan. Satu di antaranya di Kecamatan Tegal Timur, ada 3.000 warga miskin. “Kita masih mendata mereka yang layak menerima dan belum dapat jaring pengaman sosial dari kita,” ucapnya.

Untuk itu, ia meminta kepada lurah, ketua RW, dan ketua RT untuk mendata warganya yang merasa tidak mampu namun belum menerima bantuan. Selain itu, warga juga diminta untuk aktif. Jika merasa tidak mampu, bisa melaporkan diri kepada ketua RT setempat.

“Dari data yang terkumpul nantinya akan diverifikasi dan divalidasi oleh Dinsos Kota Tegal. Itu supaya dalam pemberian bantuan bulan selanjutnya, mereka terdata,” jelasnya. Maka, Jumadi mengimbau kepada masyarakat Kota Tegal agar tidak perlu khawatir dan cemas.

“Warga tidak perlu khawatir, kalau mereka merasa berhak. Lapor ke RT, biar RT yang mendata. Tapi harus jujur, supaya yang mendapat benar-benar tepat sasaran,” pungkasnya.

Ganjar Minta Bantuan Bansos Pemerintah Pusat Lebih Luwes

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengirimkan surat resmi kepada Menteri Sosial terkait persoalan  bantuan sosial.  Surat dikirim Gasesaat memimpin rapat koordinasi penanganan Covid-19, pada Senin (4/5/2020).

Gunakan masker secara baik dan benar

Meski berbeda tujuan, namun inti dari surat itu tiada lain adalah meminta pemerintah pusat memberikan keluwesan terkait penyaluran bantuan sosial. “Progres di lapangan, jaminan sosial dan kartu prakerja ini masih ramai. Maka saya hari ini mengirim 2 surat agar pemerintah pusat melakukan evaluasi,” katanya.

Ia menyoroti perihal penyaluran bantuan sosial. Banyaknya jenis bantuan sosial dan perbedaan jumlah bantuan disinyalir akan menimbulkan konflik di lapangan.

“Kami usul agar pemerintah memberikan keluwesan pada kami untuk mengelola bantuan itu. Kami minta bantuan yang Rp600.000 itu disamakan dengan bantuan lain yang Rp200.000 agar mudah dalam penyaluran dan tidak bikin iri,” tegasnya.

Ingat! Mereka Pejuang Kemanusiaan  untuk kita semua tanpa pamrih.(AksiKata.com)

Ganjar juga meminta agar penyaluran bantuan-bantuan itu diserahkan pada Kabupaten/Kota atau pemerintah desa. Sebab, mereka yang paling tahu kondisi warganya masing-masing yang memang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Kami berharap besar usulan ini disetujui. Tentu kami akan melakukan pendampingan agar semua tepat sasaran. Kalau ini tidak disetujui, pasti repot. Makanya kami beriktiar kepada Mensos agar bisa dibantu,” tandasnya. *BNTime/asc (re-edit)

Editor:Effazola

 

(Visited 20 times, 1 visits today)

Comments are closed.