Tak Peduli Kocek Rakyat Terkoyak akibat Covid-19, Dana Puluhan Miliar Disiapkan untuk Pindah Ibu Kota


Ilustrasi / Net
[ A+ ] /[ A- ]

(Perbesar huruf, klik A+ di atas)

“Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tetap menjalankan proses dan rencana pemindahan ibu kota negara di tengah wabah covid-19 atau virus corona.”

HAL ini terungkap dari Dokumen yang diperoleh CNBC Indonesia, Selasa (14/4-2020) dalam Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Sumber Kemenkes RI

Satuan Kerja Kantor Menteri Negara PPN/Bappenas menyiapkan paket dengan kode 6740199 bernama Penyusunan Rencana Induk dan Strategi Pengembangan Ibu Kota Negara (Master Plan Ibu Kota Negara). Paket ini disiapkan pada 24 Maret 2020.

Dengan Metode Penunjukkan Langsung dan APBN 2020, nilai pagu paket dari penyusunan master plan ini mencapai Rp 85 miliar. Sedangkan HPS Paket Rp 84,999 miliar.

 

Adapun kategori yang mengikuti tender ini adalah Jasa Konsultasi Badan Usaha. Dan karena penunjukkan langsung maka hanya ada satu prserta. Adapun akhir dari pendaftaran ini pada 24 April 2020 pada pukul 13.00 WIB.

Selain itu, ada beberapa tender lainnya yang terkait Ibu Kota Negara. Misalnya, paket penyusunan kajian lingkungan hidup strategis untuk masterplan ibu kota negara dengan nilai Rp 1,8 miliar.

Adapun paket pengadaan Kajian Keanekaragaman Hayati dan Pangan untuk mendukung Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis untuk Masterplan Ibu Kota negara. Adapun HPS-nya mencapai Rp 800 juta.

Tetaplah jaga kebersihan di setiap kesempatan

Tak hanya itu, ada lagi paket yang masih di Kementerian PPN atau Bappenas tentang kajian reklamasi tambang untuk mendukung penyusunan kajian lingkungan hidup strategis untuk masterplan ibu kota negara. Nilainya Rp 300 juta.

Kementerian PPN/Bappenas juga mencari 2 Tenaga Ahli Muda, yakni Tenaga Ahli Muda 1 dan 2 dalam paket tender lainnya. Tenaga ahli ini merupakan tenaga ahli muda perencanaan wilayah kota 1 dan 2 percepatan pemindahan ibu kota negara. Masing-masing nilainya Rp 135 juta.

Masih soal ibu kota negara, Kementerian PPN/Bappenas juga mencari tenaga ahli bidang hukum/perancangan peraturan perundang-undangan 1 rencana pemindahan ibu kota negara yang nilainya Rp 400 juta.

Eks Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pemerintah harusnya fokus pada 3 hal saat ini. Urusan pemindahan ibu kota harusnya nanti saja.

Ingat! Mereka Pejuang Kemanusiaan (AksiKata)

“Menurut saya, terlepas dari membicarakan hukum omnibus dan pemindahan ibu kota. Saya pikir pemerintah perlu memfokuskan 3 hal pada saat ini,” katanya.

Pengendalian pandemi covid-19 adalah menjadi prioritas utama. Kemudian, alokasi dana pandemi untuk kesehatan harus diutamakan. “Serta untuk perlindungan sosial, dan untuk membantu beberapa perusahaan. Setelah itu baru kita bahas yang lain,” kata Chatib.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sayangnya belum menjawab konfirmasi yang diminta oleh CNBC Indonesia. Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata juga belum menjawab konfirmasi yang diminta.* BNTime/cnbci

(Visited 14 times, 1 visits today)

Comments are closed.