Perjalanan Panjang Sidang Tipikor RSUD Sambas: Setelah Tuntutan JPU 7,6 Th, Inilah Vonis Hakim


[ A+ ] /[ A- ]

(Perbesar huruf, klik A+ di atas)

“Setelah melewati perjalanan panjang, lk. 7 bulan dalam acara pemeriksaan perkara tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat kesehatan dan kedokteran (Alkes) RSUD Kabupaten Sambas, sidang berakhir dengan vonis majelis hakim Tipikor Pontianak, Rabu (8 April 2020).”

TERKAIT kondisi badai Covid-19, sidang diselenggarakan dengan cara teleconference, sesuai arahan Surat Edaran MA No. Sekretaris Mahkamah Agung RI mengeluarkan Surat Edaran No.1 Tahun 2020 tgl.17 Maret 2020 Tentang Penyesuaian Sistem Kerja Hakim dan Aparatur Peradilan Dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan Di Bawahnya, serta diberlakukannya sidang online melalui video conference (vicon yang merupakan instruksi Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin pada Selasa (24/3/2020),  untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Sumber Kemenkes RI

Sebelumnya, dalam sidang penyampaian Replik JPU Kajari Sambas, Rabu (1April 2020), sistem terkait sudah dilakukan dan dialihkan ke ruang sidang PN Pontianak di Jl.Sultan Abdurakhman, tidak di PN Tipikor di Jl.Uray Bawadi.

Artinya dengan sistem terkait, terdakwa tetap berada di Lapas Pontianak untuk mengikuti sidang, sementara hanya majelis hakim dan panitera pengganti, JPU dan penasihat hukum yang tampil dipersidangan. Semua mengenakan masker.

Semua Dipertimbangkan

Gunakan masker dgn baik dan benar seperti ini

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam surat tuntutan JPU M.Nurfaisal Wijaya yang persidangannya dilakoni oleh JPU Dodhy Aryo Yudho, menuntut terdakwa H.Amin Andika (57) dengan 7,6 tahun penjara, denda Rp.1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Pidana tambahan berupa UP (uang pengganti) Rp.4 miliar 720 juta 726 ribu 885 rupiah, subsider 2 (dua) tahun penjara.

Tuntutan mana dinilai oleh Andry Hudaya Wijaya dalam pledoinya, terlalu berat bagi terdakwa yang sudah sepuh dan menderita stroeck di pangkal tulang otak, dimana terdakwa Amin Andika menangis tersedu-sedu dalam pledoi pribadinya.

Baca: Tipikor RSUD Sambas: JPU Menuntut Berat, Pengacara Menyoal Pasal, Terdakwa Menangis Tersedu-sedu

Dalam acara vonis hakim, Rabu (8 April), sekitar satu jam majelis hakim membacakan pokok-pokok pertimbangan hukumnya berdasarkan fakta di persidangan, akhirnya majelis hakim yang di Ketuai oleh Muhammad Ichwanudin bersama hakim anggota Mardiatos dan Edward P.Samosir, mengetukan palu vonisnya.

Amin Andika dan Penasihat Hukumnya, Andry Hudaya Wijaya. (dok:1 Oktober 2019)

Baik tuntutan, maupun Replik JPU atas Pledoi Penasihat hukum terdakwa H.Amin Andika, semua dipertimbangkan hakim berdasarkan fakta di persidangan dan keyakinan hakim. Tak terkecuali kondisi terdakwa Direktur PT Kasa Mulia Utama itu yang sudah sepuh dan hanya mampu duduk di atas kursi roda dipertimbangkan, serta terdakwa juga terhukum (8th) dalam perkara Tipikor pengadaan Alkes RSUPendidikan Untan Pontianak TA 2014.

Atas kerugian negara sebesar  Rp.4 miliar 720 juta 726 ribu 885 rupiah dari nilai proyek Tahun Anggaran 2011 itu sebesar Rp.12,4 miliar, majelis hakim menjatuhkan vonis 5 tahun penjara atau lebih ringan dari tuntutan JPU yang 7,6 tahun. Uang pengganti sebesar kerugian negara yang didakwakan atau 2 (dua) tahun penjara tambahan, denda Rp.500 juta rupiah subsifer 6 bulan kurungan, lebih ringan dari tuntutan denda Rp.1 miliyar.

Wastafel di PN Pontianak “antisipasi covid-19”

Atas putusan tersebut, terdengar suara dan penampilan terdakwa Amin Andika di TV control yang menyatakan dapat menerima vonis tersebut. Namun, ketua majelis hakim menyampaikan hak-hak tersangka untuk melakukan upaya hukum dan bisa dikonsultasikan dengan penasihat hukumnya. Andry Hudaya Wijaya selaku penasihat hukum terdakwa menyatakan  sama sikap dengan kliennya, sementara JPU Dodhy Aryo Yudho, menyatakan pikir-pikir.

Hakim juga menyebut hak JPU untuk menyita harta kekayaan terdakwa jika memang ada sebagai jaminan uang pengganti dan denda. * BNTime

(Visited 78 times, 1 visits today)

Comments are closed.