Hoaxs: Seorang dokter di Pontianak Meninggal Terindikasi Pandemic Corona. Cek Data, Ini Daftar Total 24 Dokter yang Gugur!


Paramedis dan dokter yang merawat seorang pasien Covid-19 (Ilustrasi: Antarafoto)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas untuk perbesar huruf)

 

“Beredar kabar dari mulut ke mulut, bahwa salah seorang dokter di Pontianak, Kalimantan Barat, telah meninggal dunia karena tertular virus Corona (Covid-19).”

 DARI hasil lacak jejak digital yang dilakukan oleh awak BNTime, tidak seorang pun dokter di ibukota provinsi ini yang meninggal akibat terindikasi pandemi Covid-19. Apalagi disebutkan dalam celoteh dari mulut ke mulut di tempat-tempat umum itu, bahwa dokter dimaksud sebagai dokter tetap di RSU Swasta ‘Karitas Bhakti’ yang beralamat di Jalan Siam, Pontianak.

Dari web side resmi Dinas Kesehatan Kalbar, tercatat hanya ada 21 kasus setelah penambahan 8 kasus per-Kamis (16 April 2020), dua diantaranya mempunyai riwayat perjalanan dari Jakarta dan Goa – Makassar, yang sebelum cuma 13 kasus.

Para pasien yang tengah dirawat dan diisolasi ketat di sebuah RS di Pontianak, berusia antara 22 hingga 58 tahun, berasal dari Pontianak, Singkawang, Sintang, dan Kayong Utara. Mereka dalam upaya penyembuhan.

Dari 21 kasus tersebut, tidak seorang pun dokter di Kalbar atau Pontianak, apalagi dikabarkan meninggal dunia.

Mari kita lihat pula hasil jejak digital  terakhir ihwal dokter yang meninggal karena positif Covid-19 dalam menjalankan tugas kemanusiaan mereka. Humas Ikatan Dokter Indonesia, dr Halik Malik, menginformasikan hingga per-Kamis (16  April 2020) tercatat ada 24 dokter yang gugur dalam menjalankan tugasnya tersebut.

Ingat! Mereka Pejuang Kemanusiaan untuk kita semua (AksiKata)

Dari daftar 24 dokter yang meninggal, juga tidak ditemukan dokter asal Pontianak yang meninggal:

  1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (GB FK UGM)
    2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (GB FKM UI)
    3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
    4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
    5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)
    6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
    7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
    8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)
    9. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)
    10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Cabang Prabumulih)
    11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
    12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)
    13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
    14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
    15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)
    16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)
    17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jaksel)
    18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT meninggal di RS Pelni (IDI Kab. Bekasi)
    19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ meninggal di RSPP Jakarta (IDI Jakarta Selatan)
    20. Dr. Karnely Herlena meninggal di RS Fatmawati (IDI Depok)
    21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (Dosen FK Unpad, IDI Bandung)
    22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (Dosen FK UI, IDI Jakarta)
    23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin)
    24. dr. Prijambodo Miloeredjo, SpP, (IDI Bengkulu)

Tersebut pada daftar No.16, adalah dr.Ketty Herawati Sultana, meninggal pada 4 April 2020, tercatat sebagai dokter yang merawat Menhub Budi Karya Sumadi yang kini dikabarkan dalam kondisi membaik. *BNTime

(Visited 15 times, 1 visits today)

Comments are closed.