Doakan Badai Corona Lekas Berlalu, Rusuh di Perut tidak Berlarut


Ilustrasi Doakan Badai Corona Lekas Berlalu
[ A+ ] /[ A- ]

(Perbesar huruf, klik A+ di atas)

 

Penulis, wartawan senior

Kolom by; Effendy Asmara Zola “Virus Covid-19 yang muncul tiba-tiba sejak tiga bulan terakhir dan terus merjalela ke hampir seluruh pelosok dunia, telah berhasil mengoyak birokrasi di semua sektor dan pri kehidupan rakyat.”

INDONESIA yang tengah dicengkram keterpurukan ekonomi, sosial, dan politik, termasuk salah satunya. Covid-19 atau yang popular disebut dengan nama Corona, telah mengoyak-ngoyak banyak sektor, mulai dari sektor pemerintahan hingga kehidupan segenap lapisan masyarakat.

Birokrasi terkoyak, kocek rakyat terkoyak. Pemerintah lebih asik berdebat, sementara segala urusan dan perekonomian rakyat terhambat. Radikalis politik menggelitik, wong cilik jangan coba-coba mengutak-atik, bisa kena pasal yang payung hukumnya ikut tercabik-cabik. Rakyat yang jujur bisa bernasib tak mujur.  Walhasil sudah ribut-ribut-ribut, baru terangguk angguk bak burung kedidi yang bertengger hanyut di atas sepotong sabut. “Sudah Terantuk Baru Tengadah.” (Baca Artikel sebelumnya: Corona Mengamuk, “Sudah Terantuk Baru Tengadah” )

Tengoklah, Setelah melalui proses pengusulan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akhirnya menyetujui status pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk DKI Jakarta.

 Baca: PSBB Disetujui, Fahira Idris Minta Warga Dukung dan Patuh Arahan Anies

Awal-awalnya Pak Menkes kita ini lebih suka mendebat, usulan atau sudut pandang orang di bawah, dalam hal ini Anies Baswedan, cuma dipandang bak pencitraan dengan perdebatan wal ini – wal itu – wal hantu. Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi setengah bubur. Suara netizen pun sudah nyaring, “Copot Menkes Terawan”, kendati dia di atas awan.

Tak kurang anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani, mengingatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar dalam pelaksanaan tugasnya di masyarakat tidak melanggar prinsip due process of law, yakni jelas dasar aturannya dan prosedurnya dilakukan dengan benar.”

 Baca: Polisi Diminta Jangan Main Tangkap Saat Wabah Corona, Pelajari Aturannya 

Artinya . mulai dari Pati, Pamen, Bintara, hingga seluruh jajaran di bawah harus benar-benar paham dan diberi pemahaman, bahwa Darurat Kesehatan itu tak sama dan tak serupa dengan Darurat Sipil. Tindakan preventif harus menjadi induk peyikapan terhadap publik. Jangan sampai rancu atau dirancu-rancukan antara Darurat Kesehatan  dengan Darurat Sipil. Emang lagi perang? Kita dan dunia memang sedang berperang, tapi berperang melawan musuh yang tak nampak, ya virus yang mematikan itu .

Menarik pula pandangan mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Dia menerbitkan maklumat terkait wabah virus corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia. Ia menyoroti sejumlah isu, mulai dari solidaritas rakyat hingga ihwal pemindahan ibu kota negara.

Baca: Maklumat Corona Din Syamsuddin, salah satunya Minta Pemindahan Ibu Kota Negara Ditunda

 Ada apa dengan Pemindahan Ibu Kota Negara? Betapa tidak menjadi soal, wacana yang sudah menjadi rancangan itu bakal memakai dana bernilai jumbo.

Apa tidak baik difokuskan untuk ‘menampal’ kocek rakyat yang sudah koyak karena larangan keluar rumah bagi segenap lapisan masyarakat? Dan dialihkan untuk penanggulangan merebaknya si Corona yang berasal dari Wuhan, Cina, yang awal-awalnya TKA Cina yang merebak di tanah air membuat tenaga kerja dewek kocar kacir.

Tetaplah jaga kebersihan di setiap kesempatan

Ketika di lingkungan Istana Kepresidenan terjadi saling bantah gara-gara mulut gatal Ali Mochtar Ngabalin yang populer di warga dengan julukan Ali Mochtar Nyebelin, hukum mana yang diberlakukan terhadap dirinya? Dimana Kantor Staf Presiden (KSP) menerbitkan rilis pers, membantah pernyataan tenaga ahlinya sendiri, Ali Mochtar Ngabalin, terkait informasi bahwa ada satu pegawai instansi tersebut yang positif Covid-19. Dalam rilis tersebut disampaikan bahwa seluruh personel KSP dalam kondisi sehat.

Baca: Bantah Membantah Sesama Orang Istana, Ngabalin Sebar Berita Hoak soal Corona   

Wow! Klasisifikasinya hoak apa tidak ya? Sama dengan pernyataan Yusril Ihza Mahendra ketika menjadi Lawyer Capres Joko Widodo priode kedua, usai menjadi Khatib di sebuah masjid di Bogor, Yusril berujar “Besok Ustadz Baazir dibebaskan!”

Tapi apa yang terjadi, Yusril tak ubahnya bak seorang pendekar yang kehilangan pedang.

Hukum apa yang berlaku bagi mereka berdua ini? Apakah hoak cuma milik rakyat yang awam hukum? Sementara Kapolri Jendral Idham Aziz dalam rapat dengan Komisi III DPR RI secara virtual yang disiarkan di Facebook DPR, Selasa (31 Maret 2020), mengungkapkan, pihaknya telah menetapkan status tersangka terhadap 51 pelaku penyebaran hoax terkait virus Corona (COVID-19), juga telah memblokir 38 akun media sosial.

Apakah diantaranya Ali Mochtar Ngabalin? Wallahualam bisawab.

Virus Corona telah mengoyak-ngoyak sosial, ekonomi, dan alam pikiran masyarakat dunia.  Jangan lagi para pemimpin di segala tingkatan justeru memperuncing situasi dan kondisi dengan pernyataan-pernyataan yang kontroversial.

Jangan pula dengan dalih ikut toleransi ke focus hal-ihwal si Corona, KPK lengah, momen ini justeru digunakan para pengemplang uang rakyat mengatur strategi. Sementara skandal jumbo Jiwasraya dan Asabri dan lainnya bak tertutup awan gelap.

Warga sudah patuh, imbauan pemerintah jaga jarak dan kesehatan didengar, tapi mereka sendiri saling hingar bingar.  Birokrasi terkoyak, dompet rakyat lebih besar lagi koyaknya.  Bantuan sosial baru berhembus angin surganya. Ada suara kritis  dianggap musuh, padahal sekarang justeru isi perut rakyat yang lagi rusuh.

Saya tutup artikel ini dengan kalimat elegan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin. Dia meminta semua rakyat untuk menyatukan hati, pikiran dan langkah demi menyelamatkan bangsa dari musibah. “Mari tunjukkan solidaritas kebangsaan dengan membantu saudara-saudara kita yang terdampak wabah dan membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Ya, semoga Allah SWT segera mencabut segala bentuk musibah di bumiNYA ini. Atas kehendak dan kekuasaanNYA jualah segala yang IA kehendaki dapat diakhiriNYA untuk tidak berlarut-larut.  Amiin!! *BNTime

(Pontianak,Kamis 9April 2020)

(Visited 27 times, 1 visits today)

Comments are closed.