Di Tengah Pandemi Corona: 303 Kejari Sidangkan 1.509 Perkara Via Video Conference


Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Hari Setiyono
[ A+ ] /[ A- ]

(Perbesar huruf, klik A+ di atas)

“Sebanyak 303 Kejari (Kejaksaan Negeri) di Indonesia menggelar perkara sidang via online. Terhitung ada 1.509 perkara yang disidangkan hingga Selasa (31/3/2020).”

UNTUK diketahui, melansir Indopolitika, diberlakukannya sidang online merupakan instruksi Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin pada Selasa (24/3/2020) lalu. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Adapun perkara yang telah disidangkan melalui video conference (vicon) itu tercatat 1.502 perkara pidana umum dan tujuh perkara korupsi (pidana khusus),” kata Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono melalui keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2020).

Sementara, Jaksa Agung Muda Tindak Umum (JAM Pidum) Sunarta mengatakan, rata-rata setiap Kejari menyidangkan antara 3 sampai 10 perkara pidana umum. Namun ada juga beberapa Kejari yang telah menyidangkan diatas 10 perkara. Seperti Kejari Kabupaten Cirebon 16 perkara, Kejari Surabaya 20 perkara, Kejari Kabupaten Bekasi 45 dan terbanyak Kejari Medan telah menyidangkan 160 perkara,”kata Sunarta.

Khusus untuk Kejari Medan, lanjut JAM Pidum, pada Senin (30/3/2020) menyidangkan 60 perkara pidana umum. Sedangkan Selasa (31/3/2020) berhasil menyidangkan 100 perkara pidana umum.

“Keberhasilan Kejari Medan ini karena Pengadilan Negeri Medan menyediakan dua ruang sidang online yaitu di Aula dan di ruang Vicon Pengadilan,” terang JAM Pidum.

Keberhasilan Kejari Medan ini, jelas JAM Pidum karena berkat dukungan dan koordinasi dengan Pengadilan Negeri Medan dan Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Jadi posisi saat sidang, Hakim berada di ruang sidang tersendiri, lalu Jaksa disiapkan di ruang terpisah di Pengadilan dengan saksi-saksi, sementata terdakwa tetap di Rutan Tanjung Gusta,” kata JAM Pidum.

Tetaplah jaga kebersihan di setiap kesempatan

Sementara itu berdasarkan laporan dari Kepala Pusat Data Kriminal dan Teknologi Informasi (Kapusdaskrimti) Kejagung Didik Farkhan Alisyahdi melaporkan ada tujuh perkara tindak pidana korupsi dari tujuh Kejari yang sudah disidangkan secara virtual atau online.

“Masing-masing Kejari yang menyidangkan perkara Korupsi itu adalah Kejari Bandung (Jabar), Timor Tengah Selatan (TTS) di NTT, Kejari Konawe (Sultra), Kejari Serang (Banten), Kejari Manokwari (Papua Barat), dan Kejari Karangasem (Bali),” tutupnya. *BNTime/iP

(Visited 15 times, 1 visits today)

Comments are closed.