Begini, supaya Pengguna Token Bisa Tahu dapat Listrik Gratis


Ilustrasi: ANTARAFOTO / NOVA WAHYUDI
[ A+ ] /[ A- ]

(Perbesar huruf, klik A+ di atas)

“Pemerintah memberikan keringanan biaya listrik untuk masyarakat. Bagi pengguna listrik prabayar alias token akan diberikan daya listrik gratis untuk pengguna golongan 450 VA dan separuh daya listrik gratis untuk 900 VA.”

SEPERTI diketahui Pemerintah memutuskan untuk membebaskan pembayaran listrik selama 3 bulan. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi mengatakan hal itu sebagai kompensasi atas imbauan pemerintah kepada masyarakat agar tetap di rumah. Jokowi mengatakan, pemerintah menetapkan pelanggan listrik di golongan 450 VA akan digratiskan. Jumlah pelanggan listrik ini diperkirakan mencapai 24 juta pelanggan.

“Tentang tarif listrik, perlu saya sampaikan untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan,” katanya dalam konferensi pers melalui virtual, Selasa (30/3-2020).

Pembebasan tarif listrik untuk golongan pelanggan 450 VA itu hanya berlaku untuk periode April, Mei hingga Juni 2020.

Selain itu pemerintah juga memberikan relaksasi untuk pelanggan 900 VA. Golongan itu akan diberikan diskon tarif sebesar 50% dengan masa pemberlakuan yang sama.

“Sedangkan pelanggan 900 VA jumlahnya 7 juta pelanggan akan didiskon 50%. Artinya bayar separuh untuk April, Mei, dan Juni 2020,” tuturnya.

Pengguna token Bagaimana Menghitungnya?

Nah yang masih jadi pernyataan adalah bagaimana skema ini diterapkan pada pelanggan listrik prabayar alias pengguna token?

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hendra Iswahyudi mengatakan cara untuk mengecek dan menggunakan listrik gratis ini sama seperti saat implementasi diskon saat terjadi black out.

Nantinya pemerintah akan menyiapkan aplikasi, di sana masyarakat tinggal memasukkan ID pengguna listrik, lalu akan mendapatkan kode voucher.

Tetaplah jaga kebersihan di setiap kesempatan

“Jadi udah ada aplikasi konsumen, nanti tinggal masukin ID pelanggan, lalu akan dapat voucher, dan tinggal masukkan saja. Jadi saya rasa sudah cukup valid diimplemetasikan ketika black out,” ujar Hendra lewat video conference kepada wartawan, Rabu (1/4-2020).

“Tapi kami tetap menyiapkan sosialisasinya melalui aplikasi supaya pelanggan token tidak bingung lagi,” kata Hendra.

Sementara itu, Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana mengatakan bahwa per Desember 2019 setidaknya ada 23,8 juta orang pengguna golonhan 450 VA, sementara itu 7,25 juta orang tercatat sebagai pengguna golongan 900 VA.

“Jumlah pelanggan 450 VA ada 23,8 juta, itu angka per Desember 2019 dan mungkin sudah bergerak lagi. Untuk yang 900 VA itu 7,25 juta pelanggan,” kata Rida.

Rida menjelaskan untuk golongan 450 VA, mulai April, Mei, hingga Juni akan mendapatkan listrik gratis sebesar jumlah penggunaan maksimum di tiga bulan sebelumnya, Januari hingga Maret.

Hal yang sama diterapkan untuk golongan 900 VA, hanya saja daya listrik yang gratisnya hanya setengah dari pemakaian maksimum selama 3 bulan sebelumnya.

“Intinya pada bulan April ini golongan pelanggan tersebut tidak belanja listrik sebagaiamana mestinya bulan-bulan sebelumnya. Yang token 450 VA dapat gratis daya dan untuk 900 VA bayar ibarat bayar setengahnya,” ungkap Rida.*BNTime/fin

(Visited 7 times, 1 visits today)

Comments are closed.