Surat Edaran Pemkot Pontianak: Menutup Sementara Operasinal Usaha Pariwisata (Seorang Anggota DPR, PDP Covid-19 Meninggal)


Ilustrasi: Surat Edaran Walikota Pontianak 556/2020 terkait virus Covid-19.
[ A+ ] /[ A- ]

(Perbesar huruf, klik A+ di atas)

 

“Mengingat penyebaran virus Corona atau Covid-19 makin mengkhawatirkan, Pemerintah Kota Pontianak mengeluarkan Surat Edaran Menutup (sementara) operasional Usaha Hiburan dan Rekreasi.”

SURAT Edaran Nomor 556/14/Disporapar/2020 tanggal 27 Maret 2020, ditandatangani oleh Walikota Pontianak, Ir.H.Edi Rusdi Kamtono, MM.,MT.

Sebelumnya sejak 16 Maret 2020, Pemkot Pontianak telah menyebar maklumat berupa spanduk di beberapa tempat keramaian umum dalam kota, bermuatan penutupan sementara pusat keramaian taman terbuka hiburan rakyat.

*Vide Artikel terkait: Virus Covid-19 di Kalbar: 959 Orang Dalam Pemantauan

 

Melalui Surat Edaran Nomor 556/14/Disporapar/2020 yang terdiri dari 5 point tersebut, Pemkot Pontianak melakukan penutupan Operasional Usaha Pariwisata untuk sementara.

Maklumat di salah satu titik dalam Kota Pontianak, Taman “Akcaya” di Jl.Sutan Syahrir 

“Mengingat penyebaran Covid-19 makin mengkhawatirkan, maka kita menutup sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi hingga waktu yang belum ditentukan,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Jumat (27 Maret 202)

Aktivitas usaha dimaksud diantaranya karaoke, bioskop, billiard, arena permainan ketangkasan, kolam renang, pusat kebugaran atau fitness, spa, bar, panti pijat dan usaha keramaian lainnya.

 

Edi Kamtono mengimbau kepada para pelaku usaha biro perjalanan wisata agar menunda atau membatalkan paket-paket wisata perjalanan ke luar kota maupun luar negeri.

“Langkah-langkah itu kita lakukan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak,” pungkasnya.

      

Surat Edaran Walikota Pontianak No.556/2020 terkait Covid-19 (insert Walikota Edi Kamtono)

Seperti diberitakan BNTime sebelumnya, angka pasien positif virus corona di Indonesia tembus 1.046 orang hingga Jumat (27/3/2020) petang, diantaranya 3 orang di Kalbar. Sementara 46 orang sembuh, namun 87 orang meninggal dunia. (Rincian lengkapnya baca: Subhanallah, Pasien Positif Corona RI Tembus 1.046 Orang, 87 Meninggal (Update 27 Maret 2020)

Laporan terkini anggota Komisi IX DPR Imam Suroso dari fraksi PDIP yang berstatus PDP (pasien dalam pengawasan), telah meninggal dunia pada Jumat (27 Maret 2020), saat masih dalam perawatan di RSUP Kariadi Semarang.

Bersumber dari Kantor Berita Antara, antara lain menyebutkan, Informasinya, almarhum langsung dikebumikan di Pati pada Jumat (27 Maret 2020) malam.

Tetaplah jaga kebersihan setiap saat.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, almarhum sempat berintegrasi melakukan kegiatan bakti sosial dengan membagikan cairan penyanitasi tangan (hand sanitizer) serta masker kepada masyarakat di Desa Winong serta di Pasar Puri Pati pada 20 Maret 2020.

Pada keesokan harinya, Imam dikabarkan mengalami demam, kemudian dirawat di RSUP Kariadi Semarang. Imam Suroso dirawat di rumah sakit tersebut karena berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. *BNTime

(Visited 20 times, 1 visits today)

Comments are closed.