Kuasa Hukum Penggugat Periksa Kelengkapan Identitas Pengacara Tergugat Dirut PDAM Pontianak


Andry Hudaya, Pengacara Penggugat tengah memeriksa kelengkapan identitas PH Tergugat PDAM Pontianak
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Sidang perkara gugatan terhadap Dirut PDAM ‘Tirta Khatulistiwa’, dilanjutkan untuk kesempatan Tergugat menyampaikan Duplik, Kamis (5 Maret 2016) di PTUN Pontianak.”

TAK ada yang istimewa dalam Duplik yang disampaikan oleh kuasa hukum Tergugat – Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Mahluddayan dkk., intinya mempertahankan Eksepsi dan Jawaban atas gugatan dan Replik dari Andry Hudaya Wijaya, kuasa hukum Penggugat, semula Kasi Penagihan Kantor Utama Pelayanan PDAM ‘Tirta Khatulistiwa’.

Mahluddayan sendiri tidak hadir di persidangan kali ini, hanya diwakili oleh dua diantara tiga rekannya, Galuh Irmawati dan Muhammad Fahrulrazi.

Hal baru, Tergugat hanya menyoal Peraturan Dirut No.142 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Dirut PDAM Pontianak No.146/KEP-VI/2016 PDAM/2005 tentang Kepegawaian PDAM kota Pontianak telah disahkan , dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, 6 Oktober 2016.

Sebelumnya, Penggugat dalam Pokok Perkara / Replik menyebut Peraturan Dirut No.142 Tahun 2016 tgl.6 Okt 2016 belum disahkan oleh owner, dalam hal ini Pemkot Pontianak, lagi pula peraturan tentang Capeg (calon pegawai) bukan tentang pegawai yang sudah bekerja. Penggugat pun menyoal konsiderannya bagaimana, dan Penggugat memuat lengkap pasal-pasalnya yang mengatur tentang Capeg bukan tentang pegawai.

Artikel Terkait: Wow! Penggugat Sebut Dirut PDAM Pontianak “Gagal Paham”

Ayam Geprek Gg Nurhadi I Komp Sentarum Mandiri 2 (B 16) Jl.Danau Sentarum Pontianak Kota HP 0895701996654

“Keseluruhan Jawaban dan Duplik Tergugat, nantilah kita buktikan saat acara pembuktian dan keterangan saksi-saksi,” kata kuasa hukum Penggugat kepada BNTime usai persidangan.

Sebelum acara Duplik ditutup, kuasa hukum Penggugat mohon kepada majelis hakim untuk meneliti kelengkapan kedua rekan kuasa hukum Tergugat yang mewakili Mahluddayan, kuasa hukum Tergugat yang tidak hadir, karena keduanya tidak dikenal oleh kuasa hukum Penggugat.

“Jadi kalian saling tidak kenal, kan sama-sama satu organisasi di PERADI (Persatuan Advokad Indonesia),” kata Ketua Majelis Hakim – Ahdiat Sastrodinata kepada kedua pengacara muda itu sambil memperlihatkan legalitas keduanya.

“Mereka anak baru,” cetus Andry Hudaya, kuasa hukum Penggugat.

“Kalau begitu, kalian anak-anak muda ini mesti dipelonco dulu sama seniornya,” canda Ahdiyat, lalu menutup sidang. *BNTime

(Visited 33 times, 1 visits today)

Comments are closed.