“Cucok Cabot” Pegawai PDAM yang Jadi Perkara di PTUN: Hakim Minta Maaf kepada Warga Kota Pontianak. Ada Apa?


Penampilan terakhir majelis hakim perkara 42/2019/PTUN.PTK, Kamis 5/3-2020, Akhdiat dan sejawat.(bntime)
[ A+ ] /[ A- ]

(Perbesar huruf, klik A+ di atas)

“Gugatan perkara administrasi No.42/2019  di PTUN Pontianak, telah sampai pada acara Duplik pada Kamis (5 Maret 2019). Sebelum sidang ditutup, hakim ketua majelis perkara tersebut, Akhdiat Sastrodinata, menyampaikan permohonan maaf,  bahwa majelis hakim tidak lagi akan memeriksa perkara ini.”

NAMPAK Andry Hudaya Wijaya, pengacara Yuniarti – Penggugat, agak terkejut dengan pernyataan itu. Sementara dua pengacara muda Galuh Irmawati dan Muhammad Fahrulrazi dari pihak Tergugat Dirut PDAM – Lajito, nampak bengong – karena baru kali pertama menghadiri persidangan perkara ini. Tidak ada keterangan dari keduanya ketika sidang dibuka, ihwal ketidak hadiran pengacara utama Tergugat.

“Kami bertiga harus menyampaikan hal ini, bahwa kami tidak lagi dapat meneruskan memeriksa perkara ini dan akan diganti oleh majelis hakim yang lain setelah ditetapkan nanti,” kata ketua majelis, Akhdiat.

“Kami mohon maaf kepada para pihak dalam perkara ini, karena kami bertiga akan segera menempati tempat tugas yang baru di daerah lain. Sudah ada SK-nya dari MA, “ lanjut Akhdiat.

“Ada yang akan disampaikan sebelum sidang ini saya tutup?” tanya Akhdiat kepada pengacara keduabelah pihak.

“Sebenarnya, kami sangat berharap majelis hakim terus melanjutkan memeriksa perkara ini. Tapi kalau itu alasannya dan demi karir lebih ke atas lagi, saya ucapkan selamat jalan, dan semoga sukses untuk ke depannya,” srambut pengacara Tergugat, Andry Hudaya.

“Terimakasih atas ucapan selamatnya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat kota Pontianak, jika selama bertugas di sini ada berbuat kesalahan atau kehilafan,” ujar Akhdiat yang juga hakim masih berusia muda itu dan baru tiga tahun bertugas di PTUN Pontianak.

“Ayam Geprek Sambal Meleleh” Kak Yun, Gg Nurhadi I Kompl.Sentarum Mandiri 2 (B-16) HP 08957-0199-6654, Kecamatan Pontianak Kota.

Baca Artikel terkait: Wow! Penggugat Sebut Dirut PDAM Pontianak “Gagal Paham”

Seperti diberitakan sebelumnya perkara gugatan administrasi dari internal PDAM ‘Tirta Khatulistiwa’ tersbut, diperiksa oleh majelis hakim Akhdiat Sastrodinata, SH., MH bersama hakim anggota Andi Darmawan, SH dan Dessy Anggraeni, SH, serta dibantu panitera-pengganti Bambang Sugi, SH., MH.

Namun selanjutnya Akhdiat akan menempati tempat baru di Jakarta, Andi Darmawan ke Makassar, dan Dessy ke Bali.

Siapa majelis hakim selanjutnya untuk memeriksa perkara  “cucok cabot” pegawai PDAM ‘Tirta Khatulistiwa’ yang ditengarai karena factor like and dislike dari salah satu direktur perusahaan milik Pemkot Pontianak ini, masih menunggu penetapannya dari Ketua PTUN Pontianak. *BNTime

(Visited 69 times, 1 visits today)

Comments are closed.