Astarfirullah, Kasus Corona di Indonesia Melonjak Drastis jadi 69 orang, 4 meninggal, 5 sembuh, satu Melarikan Diri


Ilustrasi, pakaian khusus untuk penanganan pasien terjangkit virus corona (cbcindonesiai)
[ A+ ] /[ A- ]

(Perbesar Huruf Klik A+ di atas)

“Pemerintah memberikan update penanganan virus corona di Indonesia. Perkembangan terbarunya, jumlah kasus bertambah banyak.Tercatat ada tambahan 35 kasus infeksi corona di Indonesia, sehingga totalnya jadi 69 kasus. Dari jumlah itu, empat diantaranya meninggal dunia.”

SEBELUMNYA, seperti dilansir  kontan.co.id, sudah ada satu korban meninggal. Tiga orang tambahan korban meninggal dunia tersebut yakni pasien 35 umur 57 tahun, masuk rumahsakit sudah menggunakan ventilator, mengalami perburukan cepat kemudian meninggal dan hasil pemeriksaan positif corona.

Lalu, pasien 36 perempuan 37 tahun masuk ke rumahsakit sudah menggunakan ventilator mengalami pemburukan kemudian meninggal, pemeriksaan spesimen positif. Serta pasien nomor 50 laki-laki 59 tahun, mengalami perburukan cepat dan kemudian meninggal positif, contact tracing sedang dilakukan dinkes.

Sementara dua pasien yang terinfeksi corona sudah diizinkan pulang karena dua kali hasil pemeriksaan hasilnya sudah negatif corona.

Waspada! Lembaran uang kertas sumber utama penyebar virus corona. Cuci tangan dengan sempurna jangan berlebihan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, dua pasien yang sudah boleh pulang tersebut yakni pasien nomor 1 dan pasien nomor 3.

“Kalau pasien nomor 2 baru satu kali negatif, semoga besok negatif,” ujarnya hari ini, Jumat (13/3-2020).

Berikut rincian tambahan kasus pasien yang terinfeksi corona di Indonesia:

  1. Pasien 35 umur 57 tahun, masuk rumahsakit sudah menggunakan ventilator, mengalami perburukan cepat kemudian meninggal dan hasil pemeriksaan positif corona
  2. Pasien 36 perempuan 37 tahun, masuk ke rumahsakit sudah menggunakan ventilator mengalami pemburukan kemudian meninggal, pemeriksaan spesimen positif
  3. Pasien 37 laki-laki 43 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  4. Pasien 38 perempuan 80 tahun, kondisi sakit sedang berat stabil tidak menggunakan ventilator
  5. Pasien 39 laki-laki 54 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  6. Pasien 40 perempuan 46 tahun, kondisi nampak sakit ringan sedang
  7. Pasien 41 laki-laki 40 tahun, sakit ringan sedang
  8. Pasien 42 laki-laki 66 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  9. Pasien 43 laki-laki 34 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  10. Pasien 44 laki-laki 57 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  11. Pasien 45 perempuan 29 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  12. Pasien 46 laki-laki 30 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  13. Pasien 47 laki-laki 61 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  14. Pasien 48 laki-laki 35 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  15. Pasien 49 laki-laki 3 tahun, kondisi sakit ringan sedang
  16. Pasien 50 laki-laki 59 tahun, mengalami perburukan cepat dan kemudian meninggal positif, contact tracing sedang dilakukan dinkes
  17. Pasien 51 laki-laki 60 tahun, sakit sedang
  18. Pasien 52 perempuan 59 tahun, nampak sakit ringan sedang
  19. Pasien 53 perempuan 24 tahun, sakit ringan sedang
  20. Pasien 54 laki-laki 2 tahun, nampak sakit sedang
  21. Pasien 55 perempuan 26 tahun, nampak sakit ringan sedang
  22. Pasien 56 laki-laki 58 tahun, sakit ringan sedang
  23. Pasien 57 perempuan 27 tahun, sakit ringan sedang
  24. Pasien 58 laki-laki 51 tahun, sakit ringan sedang
  25. Pasien 59 laki-laki 63 tahun, nampak sakit ringan sedang
  26. Pasien 60 perempuan 25 tahun, sakit ringan sedang
  27. Pasien 61 perempuan 58 tahun, sakit sedang
  28. Pasien 62 laki-laki 51 tahun, sakit ringan sedang
  29. Pasien 63 laki-laki 34 tahun, sakit ringan sedaag
  30. Pasien 64 perempuan 49 tahun, sakit ringan sedang
  31. Pasien 65 laki-laki 48 tahun, sakit ringan sedang
  32. Pasien 66 laki-laki 73 tahun, nampak sakit ringan sedang
  33. Pasien 67 perempuan 25 tahun, sakit ringan sedang
  34. Pasien 68 perempuan 38 tahun, sakit ringan sedang
  35. Pasien 69 perempuan 80 tahun, sakit sedang

Melarikan Diri

Sementara itu, dikutip BNTime dari IDNTimes, Juru bicara (Jubir) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr. Erlina Burhan, menjelaskan ada satu orang yang telah dinyatakan positif virus corona atau COVID-19 oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta keluar dari ruang isolasi tanpa izin tim medis.

Ia juga menekankan bahwa pihak RS Persahabatan benar-benar tidak mengetahui hal tersebut sebab pasien itu secara diam-diam meninggalkan ruang isolasi yang memang tidak terkunci.

Ayam Geprek Gg Nurhadi I Komp Sentarum Mandiri 2 (B 16) Jl.Danau Sentarum Pontianak Kota HP 0895701996654

“Keluar dari RS Persahabatan tanpa kita ketahui, ini apakah dia kemudian dijemput dan dirawat di rumah sakit (lainnya),” ujarnya saat konferensi pers di RS Persahabatan, Jakarta Timur pada Jumat (13/3-2020).

Ia juga mengatakan bahwa diketahui sang pasien adalah seorang perempuan dan berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Lalu, saat melarikan diri dari ruang isolasi, ternyata pihak keluarga pasien tersebut sudah menunggu untuk menjemput. *BNTime/IDNTimes/Kont

 

(Visited 9 times, 1 visits today)

Comments are closed.