TNI Siaga Tempur untuk Hadapi Cina di Natuna


Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Yudo Margono di Lanud Halim sesaat sebelum ke Natuna Jumat 3/1-2020 (Foto:Puspen TNI)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

.

Klaim pemerintahan China atas Perairan Natuna menuntut pemerintah segera melakukan langkah taktis untuk memperjelas kepemilikan wilayah ini.

.

“Pasalnya, China mengklaim kalau wilayah perairan di Natuna utara yang dilewati nelayannya masih masuk perbatasan negaranya. China menperkuat klaimnya dengan keberadaan 9 garis putus-putus (nine dashed-line) yang dibikin sejak 1947.”

ATAS perkara ini, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD melakukan rapat tingkat menteri pada siang ini, Jumat (3/1-2020).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di Kantor Kemenko Polhukam, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, beberapa Menteri dan pejabat tinggi pemerintah  nampak hadir.

Beberapa di antara mereka ialah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga terlihat turut serta dalam pertemuan tersebut.

Prabowo yang datang terakhir belum memberikan keterangan apa-apa saat disapa wartawan. Ia hanya melambaikan tangan seraya tersenyum.

Sebelumnya dikabarkan, kapal pencari ikan China dilaporkan telah masuk ke ZEE Indonesia di perairan Pulau Natuna dan melakukan pencurian ikan. Kapal Coast Guard China juga masuk ke perairan Natuna. Itulah yang membuat Kemlu RI protes ke China.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memanggil Dubes China untuk Indonesia akhir tahun lalu, dan mengirimkan nota keberatan.

Namun China masih bersikukuh menganggap perairan yang dilintasi nelayan negara komunis itu merupakan bagian dari laut teritori mereka. China menyebut wilayah itu sebagai perairan di sekitar Kepulauan Nansha (Spratly Islands).

Kemlu RI telah merilis pernyataan tegas hari Rabu (1/1-2020). Isinya adalah bantahan atas klaim China, termasuk klaim historis China. Menurut pemerintah, klaim China adalah klaim sepihak (unilateral).

.

Siap Hadapi Cina

.

Sementara itu tak tunggu lama, siang hari ini juga Jumat (3/1-2020), Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Laksamana Madya TNI Yudo Margono, telah siap melaksanakan pengendalian operasi siaga tempur terkait adanya pelanggaraan di wilayah perairan laut Natuna Utara.

Sebelum bertolak dari Lanud Halim PK menuju Natuna, Pangkogabwilhan I di hadapan awak media, Jumat (3/1/2020) siang, menyampaikan operasi siaga tempur ini dilaksanakan oleh Koarmada I dan Koopsau I dengan Alutsista yang sudah tergelar.

Dalam operasi ini, TNI mengerahkan sejumlah Alutsista yaitu tiga KRI, satu Pesawat intai maritim dan satu pesawat Boeing TNI AU, serta dua KRI dalam perjalanan dari Jakarta menuju Natuna.

Selanjutnya, Yudo mengatakan operasi ini digelar untuk melaksanakan pengendalian wilayah laut khususnya di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) laut Natuna Utara.

Laksdya TNI Yudo Margono menambahkan, sekarang ini wilayah Natuna Utara menjadi perhatian bersama sehingga operasi siaga tempur diarahkan ke Natuna Utara mulai tahun 2020.

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman menambahkan operasi ini merupakan salah satu dari 18 operasi yang akan dilaksanakan Kogabwilhan I di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. *BNtime/Rmol/jpnn

(Visited 24 times, 1 visits today)

Comments are closed.