Innalillahi… Suami yang Laporkan Isteri Selingkuh Meninggal Dunia


[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Kamis (26 Des 2019) siang WAgroup di kalangan jurnalis kota Pontianak dan suara dering tilpon seluler ramai menyampaikan informasi, bahwa Anca telah tiada, meninggal dunia.”

ANCA meninggal dalam tekanan batin, depresi berat yang tak mampu dipikulnya.

“Terimakasih bantuannya pak… Sakit hati dan hancur keluarga saya pak, diterjang badai luar biasa ini…,” itulah kalimat terakhir Anca dua hari sebelum meninggal di WA pribadinya ke Ditjen Gakum Kementerian LHK menanyakan proses lanjut Surat Terbukanya ke Menteri Siti Nurbaya sebagai laporan muhon keadilan.

Seperti diberitakan pada pekan lalu, Anca adalah panggilan akrab buat Rudiansyah, SE  (38), mantan jurnalis sebuah suratkabar harian yang terbit di Pontianak. Sejak dua tahun silam dia diterima sebagai PNS setelah penerimaan PNS 2010 yang karut marut di Kab.Kubu Raya, Kalbar. Dia mendapat tempat di Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kabupaten yang bertetangga dekat dengan ibukota Prov Kalbar ini.

Isteri yang dinikahi sejak dia masih berpredikat  “kuli tinta” 12 tahun silam – “ Adew”, S.Hut –  juga  PNS,  dia PNS di Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Gakum PPHLHK Kalbar berkantor di Pontianak.

Sepuluh tahun perkawinannya biasa-biasa saja. Namun setelah naik pangkat dari internal Bagian Keuangan ke bagian Intel PPHLK di bawah Ditjen Kementerian LHK sejak dua tahun terakhir, “Adew” mulai bersikap dingin dengan Anca, suaminya.  Maklum, pangkat/golongan dan jabatan meningkat, gaji pun melonjak. Sering ke luar daerah, uang jalan, uang saku, dan sebagainya memadati isi dompet, apalagi Diklat Intel PPLHK sebulan penuh di Jakarta.

Anca yang baru dua tahun PNS jadi tertekan dalam kehidupan rumah tangga yang telah dianugerahi 3 anak yang masih bocah, diacuh tak acuhkan sang isteri yang sudah punya jabatan.

Semua dia ungkapkan terbuka kepada sahabat dekatnya yang kebetulan seorang Advokad, Andry Hudaya Wijaya. Sampai akhirnya ia mendapati foto swadiri (selfi) tak senonoh di HP sang isteri dengan lelaki tak dikenal yang ditengarai di kamar sebuah hotel di Jakarta. Belakangan terbongkar laki-laki tersebut berinitial “DH”, PNS Balai PPLHK Wilayah Jawa, Bali dan Nusa tenggara yang ditempatkan di kapal-kapal Gakum LHK di Ancol.

“Perkawinan saya sudah selesai,” kata Anca kepada Andry di puncak kegalauannya awal Desember, seperti diceritakan kepada BNTime.

Sampai akhirnya Rusdiansyah alias Anca memutuskan menempuh jalur hukum, minta didampingi sobatnya yang advokad itu, mengadu atau melapor ke Polresta Pontianak.

(Selengkapnya kronologi  rubuhnya  rumah tangga Anca dan “Adew” klik/baca:

*Ungkap Perzinahan, Seorang PNS Kubu Raya Polisikan  Isterinya yang Juga PNS di Pontianak

**Menteri KLH Marah Besar, Pelakor (Isteri PNS Kubu Raya) Ini dan Mitra Zinahnya Terancam Dipecat

***Andry Hudaya/Praktisi Hukum: Isteri Cacat Moral, Tak Pantas Dipertahankan  Jadi PNS

.

 Meninggal Setelah Dua Pekan Melapor

Selasa (24 Des 2019) petang, BNTime sedang berada di kantor Advokad Andry Hudaya Wijaya & Associates, ketika Andry Hudaya menerima copas WA dari kliennya ke Ditjen PPLHK Kementrian LHK:

Assalamualaikumナ maaf ganggu pak, saya mau tanyakan gimana perkembangan laporan sayaナ.

@ sudah di ruang publik? ナuntuk internal bisa Anda tanyakan ke atasan langsungnya ナ yang ditugaskan oleh pimpinan untuk TL nyaナ.

Iya pak sudah di ruang publik, ok pak nanti saya komunikasikan lagi dengan Pak Julian, terimakasih atas bantuannyaナ..

@ saya sudah minta Pak Hari anggota saya – wilayah Kalimantan untuk juga ikut kawal perkembangannya ナ. nanti Anda bisa kontak pak Hari ナ. Ya ナ.

Boleh minta no kontaknya pakナ Biar enak komunikasi

@ Hari Novianto – Wilayah Kalimantan Ponsel 082158xxxxxx

Terimakasih bantuannya pak… Sakit hati dan hancur keluarga saya pak, diterjang badai luar biasa ini…

(Selanjut korban Rusdiansyah alias Anca menghubungi nomor tersebut di atas)

Assalamualaikumナ. Maaf ganggu pak, saya mau tanyakan gimana perkembangan laporan sayaナ. Terhadap isteri saya yang selingkuh, saat Diklat Intel II, (nama lengkap isterinya, Red.)ナ.. kata Ibu Laksmi bisa tanya dengan bapak?

@ Iya Mas sudah mulai diproses hari Jumat minggu lalu oleh Setditjen Gakum, Insya Allah Kamis lusa saya monitor lagi.

OK terimakasih ya pak

@ Sama2 Mas

Kamis lusa yang disebut akan dimonitor lagi itu, ya Kamis (26 Des 2019) kemarin. BNTime mendapat kontak dari pengacara/advokad Andry Hudaya sekitar jam 13.00 WIB yang mengabari, baru dapat info dari kawan-kawan wartawan bahwa Anca meninggal dunia sekitar jam 10.00 WIB di rumah ibunya di Jalan Srikaton, Kota Baru, Pontianak.

Anca yang baru 38 th agaknya meninggal dalam keadaan tidur. Tak bangun-bangun sejak tidur malam meski sudah dibangunkan anaknya, yang malam terakhir Anca, putera sulungnya (laki-laki, 8 th) tidur bersama sang ayah. Sementara neneknya (ibu Anca) dikabarkan sedang berada di Kab.Sambas, sekitar 6 jam transportasi darat dari Pontianak.

Sekitar jam 11.00 WIB dikabarkan, jenasah almarhum dibawa ke RS Untan untuk keperluan visum. Sebegitu jauh, almarhum mantan jurnalis yang bersahaja dan biasa ceria itu diketahui tidak punya riwayat penyakit jantung atau lainnya.

Sekira jam 16.00 WIB ibu almarhum Anca tiba, pulang dari Sambas. Suasana haru meliputi rumah duka sampai prosesi pemakaman di Pemakaman Muslim “Sungai Bangkong”, Pontianak.

Di pemakaman nampak “Adew” istri yang dilaporkan dengan wajah dan tatap mata datar. “Di rumah duka, “Adew” juga datang, tapi suasana keluarga dingin dengan dirinya,” tutur sumber yang dekat dengan keluarga almarhum.

Dua anak laki-laki almarhum juga nampak di pemakaman, usia 9 dan 6 th, kecuali yang bungsu, balita tidak dibawa serta.

Pagi ini, Jumat (27 Des 2019) diperoleh informasi dari tetangga dekat rumah duka, ibunda Anca jatuh sakit.

Dari komunikasi-komunikasi singkat via WA tersebut diatas, menurut Andry Hudaya, nampak pihak Kementerian LHK dalam hal ini Ditjen Gakum PPLHK menaruh perhatian serius pada beban berat yang tengah dihadapi pelapor.

Seperti dilaporkan wartawan BNTime di Jakarta sebelumnya, Ditjen Gakum LHK dan bahkan Menteri LHK Siti Nurbaya menaruh perhatian besar untuk pengusutan dan TL (Tindak Lanjut)nya jika benar kejadiaannya.

Rusdiansyah atau Anca melaporkan “Adew” isterinya dan “DH” pasangan mesumnya ke polisi untuk pasal perzinahan 284 KUHP, pada Senin (9 Desember 2019) dan juga Surat Terbuka kepada Menteri LHK Siti Nurbaya. Namun jalan terbaik sudah diberikan Tuhan YME, meninggalkan derita batinnya dua pekan setelah melapor, Kamis (26 Des2019), tak sempat mengetahui hasil akhir tindak lanjutnya mohon keadilan.

“Dia depresi berat dalam dua tahun terakhir, sudah habis air matanya,” ujar Andry di kantornya.
“Terenyuh saya melihat dua anaknya laki-laki yang masih kecil nampak di pemakaman, kecuali si bungsu tak kelihatan,” kata Andry, Jumat (27 Desember 2019) pagi.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, semoga amal ibadah semasa hidupnya diterima oleh Allah Subhanahu wa Taala. Amiinナ”, tutup Andry Hudaya Wijaya. *BNTime

 

(Visited 111 times, 1 visits today)

Comments are closed.