Belum Rampung, Jembatan Senilai Rp.4 Miliyar di Tebas, Kab.Sambas, Ambruk jadi Tontonan (video)


[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ utk perbesar huruf)

“Selasa (24 Des 2019), beredar di medsos berbagai WA-Group video yang memperlihatkan orang banyak tengah menonton reruntuhan jembatan yang belum rampung pengerjaanya.”

MENURUT narasi si pembuat video tersebut, lokasi jembatan terletak di antara Tebas Sungai dengan Desa Sembindang Kecamatan Tebas (Kab.Sambas, Red.), belum selesai sudah ambruk. Proyek bermilyaran…….

Dari video berdurasi 3,21 menit dan bernarasi itu, BNTime memandang hanya 30 detik yang layak ditayangkan berikut, dianggap sebagai bukti bukan hoaxs berdasarkan informasi sumber lain dari Kab.Sambas.

Pada baner yang dipasang pihak Konsultan proyek bersangkutan diketahui kalau jembatan itu merupakan proyek yang didanai oleh Pemprov Kalbar (APBD) di bawahi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bidang Bina Marga.

Proyek tersebut merupakan penggantian jembatan Sungai Tebas, Ruas Jalan Lingkar Tebas. Panjang 25 meter dengan pembuatan abutment (bangunan bawah jembatan, Red.) pada dua arah, nilai kontrak Rp.4.031.721.000,00 (empat miliyar tiga puluh satu juta tujuh ratus dua puluh satu ribu rupiah), untuk pengerjaan 61 hari kalender (masa pemeliharaan 365 hari).  Proyek APBD Kalbar 2019 itu dikerjakan oleh CV Duta Parma (Pontianak), Konsultan Supervisi PT Tritunggal Rekayasa Khatulistiwa (APBD Kalbar).

(foto:kiriman)

“Wajar jika masyarakat, khususnya warga di sekitar, mengomentari macam-macam sebagai ungkapan kekecewaan, jembatan belum sempat dipakai sudah ambruk. Tapi hendaknya pihak-pihak tertentu jangan cepat men-just atau menghakimi sebagai ada target korupsi dari pekerjaan proyek itu. Perlu penelitian, analisis, banyak faktor penyebab ambruknya suatu bangunan,” kata pengamat masalah konstruksi bangunan jalan/jembatan dan gedung, Ir.H.Syarif Izhar Assyuri Alaydrus yang dihubungi BNTime di kantornya, Selasa (24/12-2019) petang.

“Nantilah kita bincang-bincang lagi, barangkali ada solusinya. Yang pasti saya tidak ada kepentingan, dan tidak kenal sama sekali dengan pemborongnya,” tambah mantan Ketua DPP INKINDO (Dewan Pimpinan Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) 2006-2010 itu. * BNTime

(Visited 74 times, 1 visits today)

Comments are closed.