Andry Hudaya/Praktisi Hukum: Isteri Cacat Moral, Tak Pantas Dipertahankan  Jadi PNS


Rudiansyah, korban perzinahan isteri dan lawyernya, Andry Hudaya. (BNTime)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Pernikahan yang dulu diramaikan dengan kemeriahan penuh kegembiraan, kini telah menjadi kenangan pahit. Rumahtangganya sudah hancur. Lelaki PNS ini sudah tak punya pilihan lain, selain  membiarkan isterinya pulang ke rumah orang tuanya. Artinya, keutuhan rumah tangga tak bisa dipertahankan lagi, akibat ulah bejat si isteri itu sendiri.”

DEMIKIAN dituturkan oleh Advokad – Andry Hudaya Wijaya yang menghimpun kronologi dan keinginan terakhir kliennya – Rusdiansyah (38) alias Anca yang dihianati isterinya AW (35), bermesum mesra dengan pria lain di atas tempat tidur di kamar sebuah hotel di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Andry Hudaya yang mendampingi kliennya itu dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah wartawan di sebuah kafe di Pontianak, Senin (16/12-2019) pagi. Maklum,  Anca sebelum menjadi PNS di Kab.Kubu Raya, adalah seorang wartawan yang 12 tahun menekuni professinya untuk sebuah suratkabar harian yang terbit di Pontianak.

“Jadi saya maklum jika kawan-kawan prihatin dan ingin klarifikasi atas kejadian miris yang menimpa Anca,” ujar Andry.

Setelah mempolisikan AW sang istri dan melaporkan peristiwanya ke  pihak instansi tempat sang isteri bekerja di Balai PPHLHK (Pengamanan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan), serta mengirim Surat Terbuka ke Menteri LHK – Siti Nurbaya awal pekan ini, apakah mantan wartawan ini tetap dengan pendiriannya?

Baca Artikel terkait :

Ungkap Perzinahan, Seorang PNS Kubu Raya Polisikan  Isterinya yang Juga PNS di Pontianak

Menteri KLH Marah Besar, Pelakor (Isteri PNS Kubu Raya) Ini dan Mitra Zinahnya Terancam Dipecat

.

PNS Cacat Moral Tak Pantas Dipertahankan

“Airmata teman saya itu sebenarnya sudah habis. Hancur hatinya, kacau pikirannya,” kata Andry Hudaya, Kamis (19/12-2019) petang ketika dihubungi BNTime di kantornya, Advokad yang mendampingi teman dekatnya, Rusdiansyah.

“Jadi Anca harus terus kita dampingi, semoga tabah dan kuat imannya,” tambah sang pendamping hukum.

Rusdiansyah alias Anca, papar Andry Hudaya, selaku pelapor sudah berusaha memberikan keterangan-keterangan yang lengkap disertai bukti foto-foto. Penyidik tentu bisa menilai foto-foto yang dilampirkan itu termasuk dalam katagori apa, yang dalam bahasa media biasa dikenal dengan katagori foto syur, katagori porno, dan seterusnya. Itu nanti yang mengklasifikasikannya adalah penyidik. Kita yakin dan percaya itu.

Sehubungan dengan Surat Terbuka atau Pernyataan Terbuka yang dilakukan Rusdiansyah yang merupakan korban perselingkuhan AW isterinya, kata Andry, artinya lihatlah penampilan korban sekarang ini. Kacau dia. Air matanya sudah habis, perkawinannya sudah hancur.

Dalam hal pelaku dan mitra selingkuhnya itu adalah PNS atau ASN, lanjut Andry tentunya kita percaya Kementerian Lingkungan Hidup dan pemerintah pada umumnya tentu memiliki kreteria. Bahwa seorang aparatur sipil negara atau pegawai negeri sipil itu harus profesional, bersih, dan punya moralitas yang tinggi. Dalam hal ini kita kembalikan ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, bahwa PNS-PNS seperti ini tentu cacat moral.

“Kita mengenal ayat Qur’an yang menyebutkan ‘wala takrabu zina’, Allah mengingatkan melarang untuk mendekati zinah. Mendekati saja dilarang, apalagi sampai melakukan zinah, sudah tentu merupakan dosa besar. Agama apa pun mengharamkan perbuatan zinah, tak ada yang membenarkannya. Kita lihat pada Kristen misalnya, di dalam 10 Firman Tuhan atau Ten Commandments itu, salah satunya berbunyi Jangan Berzinah. Jadi Zinah itu benar-benar dosa besar yang tiada ampun,” tambah Andry Hudaya mengilustrasi.

Tapi sudahlah, kata Andry, kalau perkawinan Rusdiansyah sudah menjadi korban perbuatan amoral para pelaku, AW isterinya dan DH mitra zinahnya, jangan lagi masyarakat atau pemerintah menjadi korban lagi dengan integritas yang saya pikir cacat dari kedua pelaku itu tadi.

“Sebagai penasihat hukum yang ditunjuk, tentu saya akan mendampingi Rusdiansyah dalam proses-proses penyidikan pidananya dan berikutnya. Termasuk nantinya pasti akan ada proses perceraian di pengadilan agama, termasuk hak asuh anak. Itu tadi, airmatanya sudah habis, bukannya tidak ada kata maaf atau toleransi, tapi korban dalam hal ini minta supaya hukum ditegakan. Saya ikut prihatin. Itu saja,” pungkas Andry Hudaya Wijaya, SH.,MH. *BNTime

(Visited 83 times, 1 visits today)

Comments are closed.