Abdul Fickar Hajar: Dewan Pengawas Akan Hambat Kinerja KPK


Diskusi Babak Baru KPK di Jakarta (Rmol)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

 

“Narasi yang terus digelorakan oleh Joko Widodo dan pemerintahannya soal Dewan Pengawas diisi oleh orang-orang baik, dianggap hanya sebuah trik. Padahal, dibalik itu, pemerintah sedang menjalankan agenda setting agar publik menerima adanya sistem itu.”

NARASI orang baik jangan jadi jebakan batman.

“Narasi orang baik, berintegritas yang mengisi Dewas jangan sampai jadi jebakan batman, padahal untuk menyetujui sistem itu,” kata pengamat hukum pidana, Abdul Fickar Hajar dalam acara Polemik “Babak Baru KPK” di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12).

Soal Dewas, Fickar menekankan, sejak awal dirinya telah menentang adanya hal tersebut. Mengingat, lahirnya Dewan Pengawas adalah hasil dari revisi UU 19/2019 yang sempat gaduh lantaran adanya pro dan kontra berbagai pihak.

Selain itu, Fickar menilai, Dewan Pengawas hanyalah menghambat kinerja dari lembaga antirasuah. Mengingat, yang bermasalah adalah penerapan sistem dari dibentuknya Dewan Pengawas itu.

“Problemnya pada sistemnnya. Dewas hanya akan perlambat dan Dewas bukan penegak hukum,” ujar Fickar.

.Artikel terkait: Dewas KPK Ibarat Tudung Saji Yang Bagus, Tapi di Dalamnya Makanan Basi

Baca juga: Sebanyak 20.000 Ton Beras Dibuang ke Laut, Enggar Lukita Kebal Hukum Karena Beking Kekuatan Politik Besar: KPK Tak Berdaya

 Lima orang anggota Dewan Pengawas KPK, resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Mereka adalah Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai Ketua Dewas KPK. Dan empat orang Dewas KPK lainnya yakni Artijdo Alkostar, Albertina Ho, Syamsuddin Haris, dan Harjono.* BNTime/Rmol

(Visited 13 times, 1 visits today)

Comments are closed.