Sofyan Basir Divonis Bebas, ICW Kecewa: Bukti Pelemahan KPK Sudah Berjalan (?)


Sofyan Basir usai menerima vonis bebas dipeluk kerabatnya (Foto:Liputan6)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Mantan Dirut PLN Sofyan Basir divonis bebas murni (vrijspraak) oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Dia dinyatakan tidak terbukti bersalah.”

HARI itu juga, Senin (4 Nov 2019) sore menjelang magrib, dia keluar meninggalkan Rutan KPK di belakang markas KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia sempat melambaikan tangan. Kepada awak media, dia mengatakan akan langsung pulang ke rumah. Ditanya apakah akan kembali menjadi Dirut PLN, Sofyan menjawab belum mikir, mau istirahat dulu.

Sofyan sebelumnya oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor dinyatakan tidak terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 Ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 Ke-2 KUHP.

Dia dinyatakan tidak terbukti memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo kepada mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dan mantan Mensos Idrus Marham.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua,” kata hakim ketua Hariono membacakan amar putusan.

Sofyan yang didampingi Penasihat Hukumnya – Soesilo Aribowo, dinyatakan hakim tidak terbukti  terlibat dalam kasus dugaan suap dalam proses kesepakatan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (IPP PLTU MT) Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dan Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd

ICW Kecewa

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengaku kecewa atas vonis bebas Sofyan Basir, karena nama Sofyan Basir telah berulang kali disebut oleh terdakwa lain sebelumnya (berkas perkara terpisah, red.) dalam kasus yang sama.

“Kita (ICW) kecewa dengan vonis bebas yang dijatuhkan terhadap Sofyan, kenapa? Karena berkali-kali nama yang bersangkutan sudah disebut dalam beberapa persidangan dengan terdakwa sebelumnya,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (4/11/2019).

Dia mengaitkan vonis bebas Sofyan dengan polemik UU KPK baru yang dinilai memperlemah KPK. Menurutnya, vonis bebas terhadap Sofyan Basir ini diucapkan ketika pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang berjalan, baik secara institusi maupun regulasi UU KPK baru.

“Kita nilai vonis bebas pengadilan ke terdakwa kasus korupsi ini merupakan bentuk pelemahan KPK yang lain,” ujar Kurnia.

“Institusinya sudah dilemahkan dan saat ini terdakwa-terdakwa kasus korupsi juga diberikan keringanan hukuman ataupun mungkin dalam konteks hari ini dibebaskan dalam persidangan,” sambung Kurnia.

Bukan Kali Pertama

Namun Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan tentu saja tidak akan tinggal diam,  sudah biasa bebasnya terdakwa kasus korupsi bukanlah yang pertama kali terjadi.

“Kami melakukan upaya hukum kasasi pada saat itu, dan di Mahkamah Agung kemudian putusan bebas itu dianulir,” ucap Febri di Gedung KPK, Senin (4 Nov 2019).

Kali ini, Pimpinan berserta Jaksa KPK juga akan menyikapi kebasan Sofyan Basir Pihaknya akan lebih dulu mempelajari salinan putusan upaya hukum yang bisa dilakukan (Kasasi, Red.). *BNTime

(Visited 12 times, 1 visits today)

Comments are closed.