Sebut Cadar Bukan Ukuran Ketaqwaan, GP Anshor Berang: Ajak Menteri Agama Fachrul Razi Belajar Mengaji


Yaqut Cholil Qoumas
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

 

“Pernyataan nyeleneh Menteri Agama – Fachrul Razi yang baru sepekan dilantik yang menyebut  tidak ada dasar hukum kuat dalam kitab suci Alquran dan Hadis terkait aturan penggunaan cadar, mengundang reaksi keras dari banyak pihak. Antara lain datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan GP Anshor. MENTERI Agama RI yang baru sepekan dilantik itu, juga menyatakan bahwa cadar bukan ukuran ketaqwaan.”

PKS merespons positif pernyataan Ketua GP Anshor – Yaqut  Cholil yang meminta Menteri Agama  Fachrul Razi mempelajari lebih dulu kaitan antara cadar dengan paham radikalisme, sebelum memberlakukan pelarangan di lingkungan pemerintah

(Baca artikel terkait sebelumnya:  Baru Sepekan Dilantik, Menag Fachrul Razi Mau Larang Penggunaan Cadar, sebut Cadar Bukan Ukuran Ketaqwaan)

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengusulkan agar GP Anshor dapat mengundang Fachrul Razi untuk ikut mengaji sekaligus mempelajari masalah radikalisme.

Hal itu dikatakan Hidayat lewat akun Twitter pribadinya, @hnurwahid.

 “Bagus juga kalau GP Anshor undang Menag dll untuk mengaji termasuk soal radikalisme. Ya agar semuanya ‘alaa bayyinah, tidak salah kaprah, karena gebyah uyah (menyamaratakan), yang akhirnya maka jadi fitnah,” tulis Hidayat dikutip SUARA.COM, Kamis (31/10/2019).

Sebelumnya, Yaqut Cholil meminta Menteri Agama RI Fachrul Razi untuk lebih mengurusi hal-hal substansial ketimbang mewacanakan pelarangan cadar kepada pegawai negeri sipil.

Yaqut yang juga Anggota DPR RI Fraksi PKB berujar agar Fachrul juga dapat mempelajari terlebih dulu apakah ada kaitan antara pemakaian cadar atau niqab

dengan paham radikalisme. Sebab menurut dia, paham-paham tersebut tidak bisa dicerminkan melalui tampak fisik atau luar semata.

“Karena soal radikalisasi, soal terorisme dan seterusnya itu bukan soal penampakan, bukan apa yang kelihatan tapi ini soal ideologi. Mending Menag urus soal ini dulu, baru nanti kalau memang secara ideologi itu berkaitan antara radikalisme dan terorisme itu berkaitan dengan cadar itu, nah baru keluarkan peraturan itu,” kata Yaqut di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (31/10-2019).

Nah, Membantah

Mengetahui dalam waktu singkat banyak pihak yang tidak mendukung rencana kontroversialnya, Menteri Agama RI Fachrul Razi membantah melarang penggunaan cadar di lingkungan instansi pemerintah. Ia berkelit, tidak berhak melarang penggunaan cadar.

“Saya enggak berhak dong, masak Menteri Agama yang mengeluarkan larangan. Enggak ada,” ujar Fachrul di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/10-2019).

Ia menjelaskan, Kementerian Agama tidak berwenang melarang penggunaan cadar, hanya memberikan rekomendasi tersebut, dintinjau dari aspek agama.

Karenanya, Fachrul tetap mempersilakan perempuan PNS yang ingin memakai cadar saat berada di lingkungan instansi pemerintahan.

“Menteri Agama paling-paling merekomendasi. Saya merekomendasikan, tidak ada ayat-ayat yang menguatkan (menggunakan cadar), tapi juga enggak ada yang melarang, silakan saja,” kata dia.

Fachrul juga membantah telah berencana menerbitkan peraturan melarang penggunaan cadar. Kalaupun nanti ada peraturan itu, ia memastikan bukan dari Kemenag.

“Siapa yang bilang? Saya enggak pernah bilang mengkaji. Kalau seandainya orang mengeluarkan aturan untuk kaitan keamanan, ya silakan saja,” bantah Fachrul. *BNTime/sua

(Visited 28 times, 1 visits today)

Comments are closed.