Komaruddin di Sarasehan KAHMI: Jika Parpol Tidak Sehat, Sulit Melahirkan Eksekutif dan DPR Sehat


Rektor UIII Komarudin Hidayat (foto:istimewa)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Komaruddin Hidayat menilai, pembinaan poltik kepada masyarakat harus dimulai dari partai politik.”

MENURUT dia, kunci internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan, terletak pada partai politik. Ke depan, partai politik harus memperkuat kelembagaan dan sistem kepartaian agar dapat melakukan pembinaan politik yang baik.

“Tapi jika parpol tidak sehat, maka sulit diharapkan akan lahir eksekutif (pemerintah) dan legislatif (DPR) sehat,” kata Komaruddin dalam sarasehan nasional KAHMI di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (16 Okt 2019).

Dia sepakat dengan beberapa pakar antropologis yang mengatakan Indonesia adalah masyarakat plural. Namun, kata dia, ketika pluralitas bersentuhan dengan politik, maka bhinneka menuju ika itu tidak mudah.

“Belum lagi ketika pemilu kemarin contohnya, ongkos politik dan energi bangsa untuk menjaga kerukunan itu sangat tinggi,” katanya.

Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini juga mengkritik sistem politik yang memerlukan biaya tinggi. Padahal, yang dibutuhkan dalam politik adalah kapabilitas dan tata kelola serta tata nilai yang dimiliki oleh seorang politikus.

“Dari politik yang mahal ini akhirnya meminggirkan putra-putra bangsa yang memiliki kapasitas dan integritas,” mantan Ketua Panwaslu Pusat (sekarang Bawaslu) ini.

Dia menjelaskan di Amerika, masyarakat negara Paman Sam tersebut dapat kembali hidup rukun dan berdampingan setelah proses kontestasi berakhir. Sementara, dia menilai politik identitas di Indonesia sangat kuat dan sulit untuk disudahi.

“Indonesia nggak mungkin mengakhiri politik identitas. Tapi jika tidak dikembalikan kepada nilai kebangsaan dan bernegara, maka masyarakat Indonesia akan tergerus dan tertinggal oleh perkembangan sains,” ujarnya. *BNTime/Inds

(Visited 11 times, 1 visits today)

Comments are closed.