Amin Andika Rindu Nasi Padang dan Ayam Goreng


[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Lama terkurung dalam pemulihan kesehatan di Pontianak – Tangerang – Semarang, sambil menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung, terhukum kasus mark-up peralatan kesehatan RS Pendidikan Untan, Amin Andika rupanya rindu Nasi Padang.”

USAI sidang perdana perkara dugaan korupsi alkes RSUD Sambas, Senin (21 Okt 2019) direktur PT Kasa Mulia Utama itu memperlihatkan jari-jemarinya yang kaku tak bisa ditekuk untuk pegang pulpen. Surat Kuasa Khusus untuk pengacaranya yang ditunjuk PITI pun hanya bisa dengan cap jari jempol, dan disetujui majelis persidangan akibat kondisi yang demikian.

Ketika membuka persidangan sebelum pembacaan dakwaan dan menutup sidang perdananya, Ketua Majelis Hakim Tipikor Muhammad Indarto mendoakan terdakwa HM Amin Andika bisa pulih kesehatannya agar persidangan berjalan lancar.

“Lebih cepat lebih bagus,” ujar Indarto.

Dan Amin pun mengamini doa hakim. “Alhamdulillah,” ujar mualaf ini.

(Baca Artikel Terkait sebelumnya: Tipikor Amin Andika, dari Alkes Untan hingga Alkes RS Sambas: Belasan Miliaran Rupiah Kerugian Negara

.

Di luar ruang sidang, Amin Andika mohon dizinkan untuk diberi kesempatan makan ayam goreng sepulangnya di Lapas.
“Rindu makan nasi Padang,” ujarnya kepada penasihat hukumnya Andiry Hudaya Wijaya.
“Boleh-boleh, dibeli saja, nanti dibawa,” kata JPU Kejari Sambas Dhodi Aryo Yudho sambil tertawa dan mengisyaratkan kepada keponakan terdakwa yang mendorong kursi roda terdakwa untuk memenuhi keinginan sang paman. *BNTime
(Visited 58 times, 1 visits today)

Comments are closed.