Ini Alasan Mengagumkan Prabowo, Minta Jurnalis Tidak Liput Shalat Idul Fitri dan Mengapa Tidak Open House


[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

Ini adalah alasan elok Prabowo Subianto, mengapa dia minta awak media untuk tidak meliput kegiatan shalat Idul Fitri, dan mengapa dirinya tidak menyenggarakan open house.

 “Presiden Prabowo Subianto meminta para jurnalis untuk tidak meliput kegiatan shalat Idul Fitri di Masjid Nurul Wathan, Hambalang, Bogor, Rabu (5/6). Prabowo beralasan karena sifatnya ibadah sehingga dikhawatirkan akan menjadi riya’.”

KETUA Umum Gerindra itu menilai sholat Idul Fitri adalah hal yang kurang elok untuk diliput, sebab bisa mengganggu kekhusyuan masyarakat dalam beribadah.

 “Sholat idul fitri ibadah, tidak elok diliput. Biarkan semua bisa shalat dengan khusyu,” kata Prabowo, sesaat sebelum shalat Ied dimulai.

Untuk diketahui, Prabowo mengundang warga sekitar untuk shalat Idulfitri untuk pertama kalinya di Masjid Nurul Wathan yang belum lama didirikannya itu, baru resmi digunakan pada 17 April 2019.

Masjid Nurul Wathan berada di dalam kawasan kediaman Prabowo di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, para warga sudah berdatangan di Masjid Nurul Wathan yang berada di dalam kawasan kediaman Prabowo sejak pukul 05.30 WIB. Para warga datang dengan mengendarai mobil dan sepeda motor dengan membawa perlengkapan shalat.

Biar Bisa Berkumpul Bersama Keluarga

Sebelumnya, Kepala Prabowo-Sandi Media Center, Ariseno Ridhwan mengatakan Prabowo tidak mengadakan gelar griya atau “open house” dalam rangka menyambut Idulfitri 2019.

Menurut dia, Prabowo memberikan kesempatan kepada seluruh staf, kader, simpatisan, dan relawan untuk berkumpul bersama keluarga masing-masing.

“Pak Prabowo memberikan kesempatan kepada seluruh staf, kader, simpatisan, dan relawan untuk berkumpul bersama keluarga karena itu beliau tidak menggelar acara ‘open house’ tahun ini,” kata Kepala Prabowo-Sandi Media Center, Ariseno Ridhwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta. *BNTime/gnews

(Visited 8 times, 1 visits today)

Comments are closed.