Punggawa BPN Ditangkapi, Sandiaga Uno Ingin Hukum yang Adil


Mustofa Nahrawardaya (foto:detik)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Punggawa-punggawa BPN yang saat ini bermasalah hukum, kami ingin hukum ini tegak seadil-adilnya,” kata Sandiaga di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (26/5-2019).

DEMIKIAN Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno mengomentari penangkapan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang baru-baru ini terjadi.

Menurut Sandiaga, beberapa anggota BPN yang bermasalah hukum tersebut sekadar aktif menyuarakan suatu perubahan.

Penegakan hukum, lanjut dia, akan diserahkan kepada Tim Hukum BPN. Dalam hal ini, dia enggan berkomentar banyak.

“Yang jelas, kami ingin hukum itu digunakan seadil-adilnya dan tidak hanya menyerang kepada oposisi, tetapi juga bisa tidak pandang bulu,” kata Sandi.

Sebelumnya, Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya ditangkap oleh polisi pada hari Minggu sekitar pukul 03.00 WIB.

Mostofa ditangkap polisi lantaran diduga menyebarkan kabar bohong tentang Harun, seorang remaja yang tewas dalam kerusuhan 21 s.d. 22 Mei di Jakarta.

Dia disangka melanggar Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebagaimana yang dilansir dari Antara, Pasal 14 ayat (1) dan (2) atau Pasal (15) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya diberitakan, Mustofa Nahrawardaya, politikus PAN sang pemilik akun twitter@AkunTofa ditangkap Tim Penyidik Bareskrim di rumahnya di Pejaten. Mustofa atau yang akrab disapa Tofa dibawa ke Bareskrim.

Informasi yang diperoleh kumparan, Minggu (26/5), Tofa dijemput beberapa orang penyidik sekitar pukul 02.00 WIB.

Pihak kepolisian membacakan surat perintah penangkapan dan menunjukkan nomor laporan polisi. Tofa sebelumnya dilaporkan terkait postingan di akunnya soal tewasnya Harun (15) dalam kerusuhan 21 – 22 Mei lalu.

Tofa menulis Harun adalah pria yang dipukuli oknum polisi di Kp Bali, Jakpus. Postingan ini kemudian sudah diralat Tofa.

Namun demikian Tofa tetap dibawa Bareskrim ke kantor Dit Siber. Selain Tofa, istrinya juga ikut ke Bareskrim menemani suaminya.

Sebagaimana yang dilansir dari Kumparan.com, media masih mencoba mengonfirmasi ke Mabes Polri perihal penangkapan Tofa ini. *BNTime/LJC

(Visited 18 times, 1 visits today)

Comments are closed.