Cawapres 02 Sandiaga Uno: Satu Lagi Pendukung Kita Terkriminalisasi Jadi Tersangka


Sandiaga Uno (Foto: detikcom/Jefrie Nandy Satria)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

 

“Satu lagi pendukung kita, Prabowo-Sandi, yang terkriminalisasi,” kata Cawapres 02 Sandiaga Uno kepada wartawan di Universitas Bakrie, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (9/5/2019).”

 POLDA Metro Jaya menetapkan advokat Eggi Sudjana terkait dugaan makar. Eggi ditetapkan tersangka terkait pernyataan ‘people power‘, menyusul adanya hasil quick count Pilpres 2019.

“Iya betul sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Kamis (9/5/2019).

Argo mengatakan peningkatan status tersangka dilakukan pada Rabu (8/5) kemarin. Eggi ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara.

“Sudah kita lakukan gelar perkara dan dalam hasil gelar itu dinaikkan sebagai tersangka,” imbuhnya.

Eggi dijerat dengan Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Meski demikian, Eggi tetap muncul mengikuti aksi demo yang diinisiasi Kivlan Zen untuk menuntut Joko Widodo-Ma’ruf Amin didiskualifikasi dari Pilpres 2019.

“Langsung ke KPU, langsung ke KPU,” ujar Kivlan dititik kumpul Lapanan Banteng, Kamis (9 Mei 2019) petang.

Kemudian Eggi menjelaskan kegiatan orasi di Lapangan Banteng terpaksa dihentikan karena masalah izin. Dirinya menganggap ini tragedi demokrasi.

“Kita mau nyatakan pendapat, berserikat, berkumpul dinyatakan dalam UUD Pasal 28e ayat 3, itu jelas kita boleh berserikat kumpul berpendapat secara lisan maupun tulisan, dan ada UU unjuk rasa untuk boleh ungkap pendapat. Tapi faktanya hari ini nggak diperbolehkan,” ujar Eggi.

Eggi Sudjana (foto Jefrie/detikcom)

Sebelumnya, Eggi Sudjana dilaporkan oleh caleg PDIP S Dewi Ambarawati alas Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar. Dewi melaporkan Eggi berkaitan dengan beredarnya video di mana Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Atas pernyataan itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac), ke Bareskrim Polri pada Jumat (19/4). Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan.

Anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu, Eggi Sudjana, menjadi tersangka karena kasus dugaan makar dan keonaran. Berawal dari pidatonya di Rumah Kertanegara di hari pencoblosan, Rabu (17/4/2019) di depan kediaman capres 02 Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam pidatonya, Eggi menyerukan ajakan ‘people power’ di hadapan pendukung kubu Prabowo-Sandi.

Video orasi Eggi Sudjana yang dijadikan pelaporan itu:

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menetapkan Ketua Gerakan Nasional Pengawas Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Ustadz Bachtiar Nasir sebagai tersangka tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),  diduga terlibat dalam kasus TPPU dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS)

(Artikel terkait, klik: Ustadz Bachtiar Nasir Tersangka, Ahmad Yani: Siap-siaplah Amuk Massa. Pemuda Muhammadiyah Berikan Bantuan Hukum)

KRIMINALISASI

Cawapres Sandiaga Uno menyebut penetapan Eggi Sudjana sebagai tersangka makar sebagai bentuk kriminalisasi. Padahal penegakan hukum menurut Sandiaga seharusnya berlaku adil.

“Satu lagi ya pendukung kita, pendukung Prabowo-Sandi yang terkriminalisasi,” kata Sandiaga kepada wartawan di Universitas Bakrie, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (9/6/2019).

Penegakan hukum yang tak adil menurut Sandiaga akan menimbulkan tanda tanya di masyarakat. Sandiaga menyebut penegakan hukum tak boleh memilih siapa lawan-siapa kawan

“Seolah jika mendukung Prabowo-Sandi pasti akan terancam tindakan-tindakan hukum,” katanya.

“Jangan karena mendukung Prabowo-Sandi, semua masalah langsung diangkat, dari sisi terpolitisasi, terkriminalisasi seperti itu. Jadi mari kita sama-sama tegakkan hukum seadil-adilnya. Hukum itu tidak boleh memihak, harus tegak lurus,” imbuh dia.

DASAR HUKUM DIJADIKAN TERSANGKA DIPERTANYAKAN

Sementara itu, Pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadoni, mempertanyakan dasar hukum polisi menetapkan Eggi sebagai tersangka dugaan makar. Rencananya pengacara Eggi Sudjana akan ke Polda Metro Jaya.

“Penetapan tersangka ini kita akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, saya akan mempertanyakan apa dasar mereka menetapkan Eggi sebagai tersangka? Kok statement dan pendapat ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Pitra kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya II, Kebayoran Baru, Kamis (9/5/2019).

Pitra mengungkapkan kekecewaannya karena proses hukum hingga penetapan tersangka Eggi Sudjana disebut sangat cepat. Pengacara mempersoalkan penerbitan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) tanpa didahului permintaan keterangan.

“Seharusnya, sesuai ketentuan KUHP, ini kan harus ada wawancara dulu undangan dulu, ataupun klarifikasi. Ini tidak ada undangan wawancara atau klarifikasi langsung dikeluarkan SPDP oleh polda yang dikirim kejaksaan negeri. Baru tadi malam saya mendapatkan informasi ditetapkan sebagai tersangka untuk hadir Senin, 13 Mei,” sambungnya.

Pengacara juga menegaskan Eggi Sudjana tidak pernah melakukan tindakan-tindakan terkait makar. Eggi, menurut Pitra, hanya berpendapat soal penanganan dugaan kecurangan pada Pilpres 2019. *BNTime/detikcom  (re-edit)

(Visited 22 times, 1 visits today)

Comments are closed.