Pontianak Dipermalukan Selusin Siswi SMU Aniaya Seorang Siswi SMP, Hotman Paris: Jangan Main-main dengan Visum


Audrey (foto,kiriman)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Kalau saja ibu korban hari itu tak melihat puterinya muntah-muntah dan tak curiga, barangkali kisah sedih yang menimpa puterinya tersebut belum terungkap hingga sekarang.”

RUPANYA ada sesuatu yang disembunyikan oleh ABZ yang akrab disapa dengan nama Audrey (14), siswi salah satu SMP Negeri di Pontianak ini, Kepada ibunya, Lilik Marlina, Audrey mengaku sakit di kepalanya  yang membuat dia muntah-muntah akibat dianiaya oleh sejumlah siswi SMU, tapi menyembunyikan pengalaman pahitnya  karena diancam para pelaku untuk tutup mulut.

Itulah sebabnya tragedy bocah imut itu baru dibawa ke rumah sakit dan dilaporkan ke polisi pada 8 April 2019. Peristiwanya sendiri pada Jumat (29 Maret 2019) sekitar jam 14.30 WIB.

Sepertinya kejadian tersebut telah terencana dengan matang, sebab saat pulang sekolah belasan siswa SMU yang diduga sebagai pelaku, langsung membuntuti korban yang dijemput oleh seorang saudara sepupunya.

Saat berada di jalan agak sepi, rambut Audrey dijambak hingga terjatuh ke aspal. Audrey sempat melakukan perlawanan dan kabur bersama saudara sepupunya, tapi terus dikejar. Terjatuh lagi di sekitar Taman Akcaya di Jl.Sutan Syahrir, dan tak berdaya menghadapi amuk selusin siswi berutal SMU yang sudah kesetanan sampai memberi pukulan ke alat vitalnya.

Kepada sejumlah awakmedia di RS, ayah korban menyeritakan, kondisi puterinya sudah agak baikan setelah 4 hari perawatan, namun secara psykis mengalami trauma cukup berat.

Terduga pelaku, menurut ibu korban, awalnya memang ada upaya yang memediasi dan secara pribadi dapat memaafkan, tapi karena tingkahnya cengengesan dan petantang-petenteng,”ya sudah terus saja biar diberikan efek jera jangan sampai terulang ke yang lain,” katanya seperti dikutip dari  siaran sebuah tv swasta nasional. Begitu pula yang diharapkan ayah korban, minta diselesaikan menurut hukum yang berlaku..

Kapolres Pontianak, Kombes M.Anwar Nasir ketika menjenguk Audrey di RS Pro Medika,memberi support  dan berjanji akan menuntaskan kasusnya secara hukum. Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono juga menyempatkan diri menjenguk langsung korban Audrey di RS Pro Medika.

 

Ibu Korban, Lilik Marliana.”pelaku petantang-petenteng” (foto repro TvOne)

Namun pihak RS Pro Medika Pontianak, mengungkap hasil visum pada korban seakan clean dari penganiayaan bertolak belakang dengan kondisi korban yang dirawat di RS itu juga.

Dikutip dari  Tribunnews hasil pemeriksaan visum yang dikeluarkan Rumah Sakit Pro Medika Pontianak, disampaikan oleh Kapolresta Pontianak Kombes M.Anwar Nasir, Rabu (10 April 2019), diketahui tidak ada bengkak di kepala korban.

Kondisi mata korban juga tidak ditemukan memar. Penglihatan korban juga normal.

Lebih lanjut Kapolresta mengatakan, untuk telinga, hidung, tenggorokan (THT) tidak ditemukan darah.

“Kemudian dada tampak simetris tak ada memar atau bengkak, jantung dan paru dalam kondisi normal,” katanya. Hanya depresi pasca trauma.

Menanggapi hasil visum tersebut dalam sebuah video pendek yang ditayangkan dalam sebuah acara tv swasta nasional, Kamis (11-4-2019) pagi, pengacara kondang Hotman Paris mengatakan, jangan main-main dengan visum, lihat saja nanti. Sebelumnya di kesempatan lain ia juga mengatakan, walaupun pelaku  pengeroyokan masih di bawah umur, bisa dibawa ke peradilan anak.

Main keroyok cewek-cewek berhijab itu, bukan hanya telah menggemparkan secara nasional, tapi juga menarik perhatian dunia dan terus dipantau, terutama oleh dunia pendidikan.

Dalam pada itu Polresta Pontianak telah menetapkan tiga tersangka diantara 12 siswi SMU terduga pengeroyok Audrey. *BNTime

(Visited 26 times, 1 visits today)

Comments are closed.