Di Pontianak Pemilu Damai, Sendagurau Ramai. Eh, Muncul Isu Surat Suara Tercoblos 01 di TPS Jl.Panglima A’Im


Tiga wanita pemula Pemilu sedang mempelajari Surat Suara Contoh di salah satu TPS di Pontianak,Rabu 17/42019 (BNTime)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

 

Laporan, Rahmat Ersat dan Victor R

 “Setakat ini pelaksanaan Pemilihan Umum Pilpres dan Pileg di kota Pontianak, ibukota Prov. Kalimantan Barat, berlangsung aman, tertib, penuh keakraban di antara sesama pemilih di TPS masing-masing.”

 HARI penyoblosan, Rabu (17 April 2019) secara tak langsung telah menjadi forum silaturahmi diantara sesama warga pemilih. Suasana nyaman dan damai itu menurut pantauan BNTime tercermin dari ‘cipika-cipiki’, sendagurau sambil menunggu giliran dipanggil untuk nyoblos, maupun setelahnya tak segera pulang, mereka masih melanjutkan ngobrol. Lebih-lebih dari kalangan emak-emak, sangat antusias.

Di antara sendagurau emak-emak adalah ihwal ‘takut kualat’. “Sebenarnya saya mau nyoblos nol-satu, tapi takut kualat kalau nusuk Pak Kiai. Jadi saya nusuk yang muda saja, yang ganteng di nomor dua, Sandiaga-Prabowo,’ celoteh seorang emak-emak di salah satu TPS yang disambut tertawa ramai sesama kaum ibu itu.

Lain lagi canda seorang bapak di salah satu TPS lain, “Sampai sudah nyoblos tadi, nunggu serang fajar ndak juga diserang-serang. Jangankan serangan fajar, serang duha pun tak ada,” lalu mereka ngacir atas ajakan yang lain untuk melakukan ‘serangan’ ke warung kopi.

Para pemilih sepertinya banyak yang bingung menentukan pilihan ke calon legislatif, karena tak ada fotonya selain hanya nama. Belum lagi kebingungan para pemula.

Sampai di bilik suara, mereka bingung sendiri, yang ada foto cuma ‘contoh soal’ di lokasi TPS,  surat suara pemilih hanya nama dan nomor. Mereka kenal calon yang tadinya akan dicoblos, tapi selama ini tak tahu namanya. Sampai di bilik suara, lupa nama yang bersangkutan yang sudah diingat-ingat akan dicoblos. Belum lagi yang tak bisa membaca alias buta huruf, ternyata masih banyak juga bangsa Indonesia yang buta huruf.

“Kasihan mbok tukang cuci pakaian keluarga kami, dia ndak bisa baca tulis.  Jadi cuma bisa nyoblos yang ada gambarnya, salah satu pasangan capres,” cerita seorang bapak yang baru pulang nyoblos.

Dari pantauan BNTime di 6 kecamatan yang ada di kota Pontianak, para pemilih sepertinya hanya terfokus pada pemilihan calon presiden-wakil presiden. Pemilih tak mau berlama-lama di dalam bilik suara untuk menentukan suara bagi calon legislatif yang 4 tingkatan, daerah tingkat II, tingkat I, pusat, dan DPD.

Hingga berita ini ditayangkan pada jadwal penutupan pemilihan, sejauh ini situasi Pemilu 2019 di kota Pontianak cukup kondusif. Namun masih ditunggu konfirmasi resmi, seputar isu terbaru di salah satu grup WA adanya surat suara sudah tercoblos capres-cawapres 01  di  TPS tertentu di Jl.Panglima A’Im, Pontianak Timur.

Sementara itu, TPS 77 Kelurahan Sungai Jawi, Pontianak Barat, baru saja selesai melakukan penghitungan suara Pilpres pada jam 14.10 WIB dengan hasil, 01 mendapat 24 suara dan 02 dengan 153 suara, sementara 2 suara dinyatakan tidak sah. *BNTime

 Editor: effazola

 

(Visited 12 times, 1 visits today)

Comments are closed.