Jelang Haul Sultan Syarif Abubakar Alqadri dan Sultan Hamid II


Jumpa pers Kamis (28/3/2019), jelang haul Sultan Sy.Abubakar Alqadri.
[ A+ ] /[ A- ]

(klik A+ di atas utk perbesar huruf)

 

“Jelang haul Sultan VIII Syarif Abubakar Alqadri dan Sultan Syarif Abdul Hamid Alqadri (Sultan Hamid II) dari Kerajaan Qadriyah, Pontianak, panitia penyelenggara menyampaikan keterangan pers singkat, berkenaan dengan rangkaian kegiatan tersebut.”

 UNTUK kali kedua keluarga besar Kerajaan Qadriah – Pontianak akan menyelenggarakan Haul wafatnya Sultan ke VIII Syarif Abubakar Alqadri, sekaligus mengenang Allahyarham Sultan Hamid II, pencipta lambang negara Garuda Pancasila.

“Kali ini kita peringati agak istimewa, mengenang dua Sultan sekaligus yang wafat berbeda tahun cukup lama, tapi hanya beda satu hari tanggal kalender,” terang Pangeran Sepuh – Syarif Ismail Ibrahim Alqadri, S.Sos, ketua panitia dalam keterangan persnya yang diselenggarakan di balairung Istana Qadriyah.

Kalau Sultan Syarif Abubakar Alqadri (Sultan ke VIII) wafat dalam usia 73 tahun tanggal 31 Maret 2017, lanjut Syarif Ismail, sedangkan Sultan Hamid II (Sultan ke VII) wafat dalam usia 65 tahun pada tanggal 30 Maret 1998.

Haul  kedua Allahyarham Sultan tersebut yang tentunya juga untuk Sultan-Sultan terdahulu, akan diselenggarakan pada hari Minggu (31 Maret 2019) pagi dimulai pada jam 08.00 WIB di Istana Qadriayah.

Acara akan dimulai dengan sambutan pengantar oleh ketua panitia, pembacaan Manaqib (biografi) Sultan Hamid II, pembacaan Manaqib Sultan Syarif Abubakar Alqadri, dan sambutan Sultan ke IX – Syarif Machmud Melvin Alqadri, dilanjutkan dengan tausiyah, tahlil dan doa.

Malam harinya akan diselenggarakan Shalawat Akbar dan Doa Bersama untuk Bangsa bertempat di halaman istana.

Juru bicara Istana Qadriyah, Syarif Ibrahim Alqadri yang mendampingi ketua panita dalam keterangan pers menjelaskan, doa bersama untuk bangsa dimaksudkan terkait Pilpres dan Pilcaleg 2019, agar lancar dan selamat dalam lindungan Allah SWT tanpa halangan apa pun.

Serta doa agar jasa-jasa Sultan Hamid II dalam kancah politik di masa lalu tidak dilupakan, khususnya pengakuan sebagai pencipta lambang negara, Garuda Pancasila,” pungkas Syarif Ibrahim Alqadri. *BNTime

(Visited 26 times, 1 visits today)

Comments are closed.