Kader PDIP Korupsi RP5,8 Triliun, Koalisi Jokowi Membisu


Supian Hadi yang dapat gratifikasi Rp.5,8T (BanjarmasinPos)
[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

Kasus Korupsi Bupati Kota Waringin Timur – Kalteng, Supian Hadi Rp5,8 triliun dan US$ 711 ribu yang menyeretnya berseragam pesakitan KPK, disebut Wakil Ketua KPK Laode Syarif, Sabtu (02/02/2019) merugikan Negara lebih besar dari kasus e-KTP Rp2,3 triliun dan BLBI Rp4,58 triliun.  Supian Hadi ditetapkan KPK sebagai tersangka korupsi terkait penerbitan izin usaha operasi produksi pertambangan atau IUP kepada 3 perusahaan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam kurun waktu 2010-2012.

        “Koalisi Joko Widodo (Jokowi) hanya membisu ketika Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi yang juga kader PDIP menjadi tersangka korupsi Rp 5,8 triliun.”

DEMIKIAN dikatakan pengamat politik Muslim Arbi dalam pernyataan kepada  SuaraNasional, Ahad (10/2/2019).

“Di medsos pendukung Jokowi tidak ada yang mengecam Supian Hadi,” ungkapnya.

Kata Muslim, koalisi Jokowi diragukan dalam pemberantasan korupsi dengan sikapnya yang tidak mengecam Supian Hadi.

“Koalisi Jokowi masih takut dengan Supian Hadi yang dianggap masih kader PDIP,” jelas Muslim. Muslim mengatakan, jika korupsi dilakukan kader partai pendukung Prabowo maka akan ‘digoreng’ di media massa dan medsos.

“Gerombolan buzzer pendukung Jokowi langsung memvuat opini pendukung Prabowo bagian dari koruptor,” papar Muslim. *BNTime/SNC

(Visited 18 times, 1 visits today)

Comments are closed.