Antara Hoax Ratna Sarumpaet dan Ustadz Ba’asyir


[ A+ ] /[ A- ]

(Klik A+ di atas utk perbesar huruf)

Oleh, Effendy Asmara Zola “Ketika kabar hoax Ratna Sarumpaet menyebar,  kubu – pertahana Capres-Cawapres Joko Widodo (jokowi)-Ma’ruf Amin yang adalah kubu rezim 2014-2019 menyerang habis kubu pesaing untuk Pilpres April 2019, Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.”

RATNA Sarumpaet yang terbelit peristiwa hoax sebagai korban penganiayaan oleh orang tak dikenal, berhasil membuat publik terhipnotis, sempat mengutuk itu merupakan perbuatan biadab.  Maklum perempuan gaek yang kerap mengeritisi penguasa siapa pun yang berkuasa itu sudah menjadi rahasia umum, berada di antara acungan jempol ke atas dan ke bawah.

Tak tahunya bengkak-biru di wajahnya konon efek pra operasi plastik di sebuah RS yang dimanipulasi sendiri sebagai korban kekerasan. Ratna Sarumpaet pun harus menelan pil pahit, terpelanting dari kubu pesaing untuk Pilpres 2019

Horeee. Bak petinju yang berada di atas ring,  kabar bohong itu membuat kubu pertahana merasa mendapat peluang besar untuk menyerang.  Dengan pukulan mulai dari jab, uppercut, hingga long hook atau straight, coba membuat kubu pesaing Prabowo-Sandiaga TKO, paling tidak terhuyung-huyung dalam pertandingan dengan menggoreng hoax Sarumpaet kemana-mana.

Sang  rival yang jenderal tentu saja tak segampang itu dibikin terjungkal. Dengan memakai gaya bertanding ala legendaris Muhammad Ali, bertahan dan melayang-layang bagaikan kupu-kupu, kemudian menyerang dan menyengat bagaikan lebah, justeru yang membuat kubu pertahana frustasi. Mengingatkan, bahwa kondisi tanah air tengah compang camping, mulai dari soal utang negara sampai ke berbagai muslihat kepentingan.

Tiba-tiba baru sehari setelah debat tak hebat Capres-Cawapres 2019, Yusril Ihza Mahendra menebar jala. Di sela ketika dia menjadi khatib dan imam sholat Jumat (18 Januari 2019) di Lapas Gunung Sindur, Bogor – Jawa Barat, Yusril mengumbar kabar akan dibebaskannya terhukum teroris Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dengan satu alasan, “kemanusiaan”.

Tak sedikit umat menadahkan tangan mengucap  syukur Alhamdulillah, terutama dari pihak keluarga mantan pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu serta santri Ponpesnya di Ngeruki, Sukoharjo, juga para tetangga dengan berbagai persiapan yang jadi mubazir karena entah berantahnya cerita Pembebabasan Ba’asyir.

Namun banyak pula yang tergelak-gelak, segitu gampangnya? Jangan-jangan pencitraan juga, kok baru sekarang – menjelang Pilpres 2019?  Jangan-jangan PHP  lagi seperti jelang Pilpres 2014 silam. Selanjutnya, perduli setan  Ba’asyir  menggantang asap dengan PHP alias Hoax itu. (Terkait Baca Juga: Mengapa Baru Sekarang? Di Balik Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir)

Apakah mau disebut bebas murni atau tak murni, bersyarat atau tak bersyarat, mau dibawa ke timur apa ke barat, yang jelas issu pembebasan sang ustadz  hingga sekarang cuma bikin umat kecewa berat. Yusril telah membagikan kue mentah, bikin  sakit perut semua.

Heran, bagaimana Yusril yang pakar hukum tata negara bisa jadi linglung, dirinya cuma lawyer calon presiden Jokowi-Ma’ruf di TKN, bukan lawyer Presiden, Jokowi. Lha, kok malah mengambil kompetensi Menkopolhukam, Menkum HAM, dan Kapolri?

Mau dibilang tindakan itu grasa-grusu atau bukan grasa-grusu, yang jelas Yusril yang “orang luar” – di luar sistem dan struktur pemerintahan, dengan enteng berkata, “tugas saya sudah selesai.” Ha? Ada yang menugaskan? Siapa? Presiden? Pasrah apa lepas tangan?

Main sendiri dengan menisbikan badan yang berkompeten dalam pemerintahan, jadilah  salah urus. Ya itu tadi, PHP, ibarat minyak angin yang cuma pelipur pegal dan nyeri. Semua itu harus dikaji lebih dahulu oleh yang berkompetensi, jebakan Bad Man dikalikan Nol.

Kalau Hoax kasus Ratna Sarumpaet, bagaimana menjebloskan dia ke penjara, maka “Hoax  Pembebasan Abu  Bakar Ba’asyir”  dihembuskan  angin surga bakal  mengeluarkannya dari dalam penjara. Inilah Hoax terbesar, termahal, dan berbahaya, jelang Pilpres April 2019. Bisa jadi boomerang, sudah terantuk baru tengadah. *BNTime

Pontianak, 010219

Penulis exs Biro Litbangkum Alumni FH UPB 2007-2012

(Universitas Panca Bhakti) Pontianak

 

(Visited 37 times, 1 visits today)

Comments are closed.