Warga Bersyukur Eki di”dor’ Polisi dan Tewas


Eki tak tertolong lagi jiwanya di RS Bayangkara Pontianak, kehabisan darah setelah tiga peluru bersarang di tubuhnya
[ A+ ] /[ A- ]

(klik A+ di atas perbesar huruf)

“Tewasnya Eki Apriandi (26) yang di”dor” Tim Jatanras Polresta Pontianak, disyukuri oleh warga sekitar Kelurahan Sungai Jawi. Pasalnya anak muda ini disebut memang sangat meresahkan, berdarah dingin, dan tidak bisa dinasehati sejak masih kecil.”

PERISTIWA bermula, ketika polisi menerima laporan seorang ibu menjadi korban penjambretan di Jalan Pattimura depan Gereja Katedral, Pontianak, Minggu (25 Nov 2018).

Tim Jatantras (kejahatan dan kekrasan) Polresta Pontianak dan Resmob Polda Kalbar  yang segera bergerak menyusuri kejadian, berhasil meringkus tersangka pelaku, Amri alias Ari alias Si Pay, Kamis (29 Nov) dinihari di rumahnya, di Gang Kaswari Jalan Merdeka Barat, Pontianak Kota.

Pay mengakui perbuatannya, namun mengaku tidak sendirian, masih ada seorang rekan jahatnya selaku eksekutor penjambretan, ya si Eki itu tadi. Pay sebelumnya berusaha kabur dari penyergapan, tindakan tegas terpaksa diberikan, satu timah panas dihadiahi di lututnya sebelah kanan dan roboh.

Selanjutnya dinihari itu juga tim melakukan penyergapan `terhadap Eki Apriandi di kediamannya di Gang Senjuju Jalan H.Rais A.Rahman, beberapa ratus meter dari kediaman Pay.

Mendengar suara mencurigakan, Eki terbangun dari tidurnya. Penyergapan pun berlangsung dramatis, karena Eki keluar dari dalam rumah sambil mengancam keselamatan petugas dengan senjata tajam. Tindakan tegas juga diberlakukan dengan beberapa peluru, karena keselamatan petugas terancam.

Warga Bersyukur

Hingga saat ini, tewasnya Eki masih menjadi buah bibir warga Kelurahan Sungai Jawi di kawasan kediaman Eki.  Menebut Eki memang sejak kecil dikenal sebagai anak nakal, pendiam tapi berdarah dingin. Ada yang menyebut tiga peluru bersarang di dada dan punggung penjambret sadis itu.

Salah seorang warga Sungai Jawi yang sangat minta tak disebutkan identitasnya, bercerita kalau si Eki itu tak pilih-pilih menyikat korbannya. Orang jauh orang dekat, kenal tak kenal, dia berani nekat, disikat.

Pernah seorang warga di salah satu gang tak jauh dari kediamannya tak bisa masak, karena tabung gasnya dibawa kabur si Eki ketika dia masih remaja belasan tahun, tapi tak berani melapor. “Takut sama emaknya yang suka menangkan anak,” kata sumber tadi.

“Makanya kami sangat bersyukur sekali polisi bertindak tegas, aman sudah. Tinggal satu lagi adiknya yang masih sekolah,” lanjutnya. (sekolah, maksudnya dipenjara).

Dari catatan yang ada Eki Apriandi adalah residivis untuk kasus yang sama, Curas. Pernah dikeluarkan dari salah satu SMP Negeri di Pontianak, karena memaki seorang Ibu Gurunya sekitar 13 tahun silam. *BNTime

(Visited 22 times, 1 visits today)

Comments are closed.