Warga Tunanetra Demo di MUI Tagih Maaf Ma’ruf Amin soal ‘Buta-Budek’ dan Lapor ke Bawaslu


Demo Warga Tunanetra di MUI Tagih Maaf Ma;ruf Amin (foto:cnni)
[ A+ ] /[ A- ]

(klik A+ di atas utk perbesar huruf)

“Rombongan kecil penyandang tunanetra menggelar unjuk rasa di depan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta memprotes ucapan calon wakil presiden Ma’ruf Amin soal budek dan buta.”

ROMBONGAN kecil ini terdiri dari 9 orang tunanetra yang tergabung dalam Persatuan Aksi Sosial Tunanetra Indonesia (Pasti) yang. Mereka berbaris rapi di depan gedung MUI sembari memegang poster bergambar Ma’ruf Amin. Sesekali ada pekik takbir di sela orasi.

“Melalui gerakan moral ini, kami menuntut KH Ma’ruf Amin untuk mengklarifikasi dan meminta maaf disabilitas, khususnya tunanetra dan tunarungu-wicara,” ujar Ketua Pasti, Arif Nur Jamal di depan kantor MUI.

Ma’ruf melontarkan ucapan budek dan tuli saat acara peresmian posko dan deklarasi relawan yang mengatasnamakan Barisan Nusantara (Barnus) di kawasan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11) lalu.

Dalam acara itu Ma’ruf menyindir pihak-pihak yang kerap mengkritik kinerja Presiden Jokowi sebagai orang-orang budek dan buta.

Dia lantas mengklarifikasi ucapannya. Kata Ma’ruf, ucapannya tak bertujuan menyinggung kelompok mana pun dan tidak dalam konteks budek dan buta secara fisik.

“Tak ada konteks buta (fisik). Saya cuma bilang, yang tak mengakui itu kayak orang buta karena tak mau melihat. Kayak orang budek karena tak mau mendengar. Kayak orang bisu yang tak mau ungkapkan kebenaran. Itu saja sebenarnya. Kalimat itu juga biasa bunyi di Alquran. Lihat saja di Alquran kalau tak percaya,” kata Ma’ruf.

Meski sudah ada klarifikasi, Arif berujar pihaknya tetap merasa tersinggung dan terhina dengan ucapan Ma’ruf. Sebab sebagai warga negara, kata Arif, kelompok penyandang disabilitas punya hak hidup dan politik yang setara dengan penduduk lainnya.

Yogi Matsoni, salah seorang peserta aksi mengatakan klarifikasi yang sudah disampaikan Ma’ruf tidak cukup. Ia beralasan dalih Ma’ruf yang menyangkutpautkan istilah budek-tuli dengan penggalan ayat Alquran itu terlampau jauh.

“Ini hanya gerakan moral, bukan hanya kepada Ma’ruf Amin tapi ke siapa saja, ya, bahwa kampanye ada batasan untuk tidak menyinggung disabilitas,” kata Yogi.

Para demonstran memberi waktu delapan hari kepada Ma’ruf Amin untuk meminta maaf. Jika tidak dipenuhi mereka mengancam melancarkan protes susulan atau menempuh jalur hukum.

Warga Tunanetra Demo di MUI Tagih Maaf Ma’ruf soal ‘Buta-Budek’ dan Lapor ke Bawaslu (foto:cnni)

“Kalau tidak diindahkan akan menuntut dengan massa lebih besar dan membawa ini ke jalur hukum,” kata Arif.

Aksi para penyandang disabilitas ini tak berlangsung lama. Mereka membubarkan diri setelah orasi dan unjuk rasa sekitar 30 menit.

Pada Senin (12/11-2018) lalu, protes serupa terjadi di Bandung oleh Forum Tunanetra Menggugat. Mereka menuntut Ma’ruf meminta maaf atas istilah budek dan tuli yang ia ucapkan dalam waktu 10 hari sejak protes itu digelar.

Ketua Departemen Organisasi Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI), Yogi Madsuni  melaporkan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Ma’ruf Amin ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Kamis (14/11).

Ma’ruf diduga melakukan pelanggaran Pemilu karena menyinggung soal buta dan budek dalam pidatonya beberapa waktu lalu.

“Itu menghina, merendahkan, menyepelekan kaum disabilitas tunanetra dan tunarungu. itu yang ingin yang dikoreksi oleh teman-teman dari disabilitas ini,” ujar Kuasa Hukum pelapor,  Ahmar Ihsan Rangkuti di Bawaslu, Jakarta, Kamis (14/11-2018).

“Politisi siapapun orangnya agar berucap dan berkata-kata harus menjaga lisannya tidak menyakiti. Selama ini kami memperjuangkan stigma masyarakat terhadap para penyandang disabilitas. Ketika ada kata-kata seperti apa yang telah disampaiakan Ma’ruf Amin itu adalah langkah mundur,” kata Yogi.

Sebelumnya lembaga yang menamakan diri Advokat Senopati 08 juga melaporkan Ma’ruf Amin ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Rabu (14/11).

Ma’ruf dituduh melakukan pelanggaran pemilu atas pernyataannya menyinggung soal budek dan buta beberapa waktu lalu.

“(Pelaporan) sehubungan dengan pernyataan cawapres 01, Ma’ruf Amin di mana telah menimbulkan banyak kritik dan protes keras tentang ucapannya budek tuli, tidak melihat,” kata Bonny Syahrizal perwakilan Advokat Senopati 08 dan selaku pelapor di kantor Bawaslu RI, Thamrin, Jakarta Pusat . *BNTime/cnni

(Visited 25 times, 1 visits today)

Comments are closed.