Penobatan Maha Ratu Kesultanan Qadriyah, Pontianak


Sultan dan keluarga, foto bersama usai acara.
[ A+ ] /[ A- ]

 “Berkenaan dengan Milad ke 247 Kota Pontianak 23 Oktober 2018, Sultan IX Kesultanan Qadriyah – Sultan Syarif Machmud Alqadri, berkenan merangkai kegiatan peringatan dengan penobatan Sultanah pada Kesultanan ini.”

ACARA penobatan diselenggarakan pada Minggu (21 Okt 2018) pagi, bertempat di Balairung Istana Qadriyah yang dihadiri keluarga besar dan karib kerabat Kesultanan yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurahman Alqadri itu. Kesultanan yang merupakan cikal-bakal Kota Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat sekarang.

Sebelum penobatan dan pemberian gelar Sultanah kepada isteri Sultan ke- IX dan kedua puteri, terlebih dahulu pemberian gelar kehormatan kepada dua tamu undangan dengan gelar kebangsawanan masing-masing. Yakni Lantamal Laksamana Pertama TNI AL Regorius Agung, dan Dan Lanud “Supadio” Marskal Pertama Sigit Margono.

Dengan demikian kedua petinggi TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara di Kalbar tersebut, dianggap telah menjadi bagian pada keluarga besar Kesultanan Qadriyah Pontianak, disertai doa selamat sejahtera menjalankan tugas masing-masing dalam lindungan Allah SWT.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi kedua, penobatan beberapa Pangeran Kesultanan dan pemberian gelar masing-masing.

“Gelar yang diberikan bukanlah untuk berbangga-bangga setelah disandang,” kata Sultan Syarif Machmud Alqadrie antara lain dalam kata penobatannya.  Namun, lanjutnya,  menjadi beban tanggungjawab besar untuk selalu bersama-sama beliau.

“Membesarkan, mengagungkan, dan selalu siap bilamana saja istana ini membutuhkan dan di mana pun diperlukan untuk tugas-tugas keumatan sejak Kesultanan ini didirikan,” Ujar Sultan Syarif Machmud Alqadrie yang akrab disama dengan nama Melvin.

Acara  puncak adalah penobatan Sultanah Ratu Nina Widiastuti (isteri Sultan Syarif Machmud Alqadrie) dengan gelar Maha Ratu Mas Mahkota Kusumasari. Sedangkan kedua puteri masing-masing Syarifah Fatimah Alqadrie menyandang gelar Ratu Mas Perdana Wirasari, dan Syarifah Nafisah Alqadrie dengan gelar Ratu Mas Perdana Tudhasari,  didampingi Ibu Permaisuri Ratu Laila dan Ibu Sri Paini.

“Semoga Allah dan RasulNya menghimpun kita semua hingga menghadap ke bawah duli baginda Rasulullah Salallahu alaihi wassalam dengan syafa’at dan kesejahteraan. Amiin”, ujar Sultan.

(Video: Ketika meninggalkan kediaman pribadi menuju Istana Qadriyah, diantar dengan Salawat)

Baik gelar kehormatan, gelar pangeran, ratu dan kedua puteri, dilakukan dengan pemakaian selendang kebesaran Kesultanan dan penyematan pin. Penobatan yang dilakukan oleh Sultan ke IX Kesultan Pontianak tersebut, penuh hidmad secara adat budaya Melayu bernuansa Islami.

Acara yang berlangsung sekitar 60 menit ditutup dengan pembacaan doa dan makan berseprah (bersama). Ba’da zuhur dilanjutkan dengan ziarah agung ke makam para Sultan Pontianak terdahulu di Desa Batu Layang, lk. 4 Km dari Istana Qadriyah. *BNTime

(Visited 64 times, 1 visits today)

Comments are closed.