Akhirnya Pemerintah Akui Peran FPI di Lokasi Bencana, Kali ini di Palu & Donggala


Massa FPI, ilustrasi (foto;forumkeadilan)
[ A+ ] /[ A- ]

Demi Allah saya bersaksi tuduhan Kominfo ini adalah fitnah. Relawan @AMIFoundation_ satu pesawat dengan Relawan FPI. Saya bahkan berencana mengirimkan alat berat untuk digunakan FPI.

.

Kominfo Luruskan Pemberitaan terkait FPI di Lokasi Bencana. Sebelumnya Kominfo diserang ribuan warga net, karena dianggap telah menafikan perjuangan relawan FPI di lokasi bencana, Palu, dengan menyebut ‘hoaxs’.

.

 “Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo), Rudiantara menanggapi langsung terkait adanya pemberitaan yang seolah-olah pihaknya menafikan peran Front Pembela Islam (FPI) di tempat bencana, Palu, Sulawesi Tengah. Klarifikasi ini diberikan oleh Kominfo karena pemberitaan itu dinilai tidaklah benar.”

BERIKUT respon Rudiantara melalui web Kominfo, baru-baru ini:

Menurut Menteri Rudiantara, inti persoalan dari pernyataan hoaks tersebut adalah foto yang beredar dan bukan mengenai aktivitas FPI di Sulawesi Tengah yang telah menurunkan tim penanganan krisis gempa bumi dan tsunami.

Demi Allah saya bersaksi tuduhan Kominfo ini adalah fitnah. Relawan @AMIFoundation_ satu pesawat dengan Relawan FPI. Saya bahkan berencana mengirimkan alat berat untuk digunakan FPI.

Jika tak di dunia, di akhirat kelak kita bertemu di pengadilan Allah! https://t.co/GAuuPAuoSX

— Azzam M Izzulhaq (@AzzamIzzulhaq) October 2, 2018

Tak perlu khawatir, netizen kami hanya meluruskan fitnah. Framing negatif kepada FPI adalah biasa. @LembagaF @Informasi_FPI @RestyCayah@RajaPurwa@NetizenFPI @hilmi_fpi #GerakCepatUntukPalu #gempabumi#StopHoax pic.twitter.com/SV4vGIblC1

— Intelijen FPI (@Intel_FPI) October 2, 2018

“Setahu saya, yang dikatakan tidak benar itu adalah fotonya, jadi bukan terhadap aktivitasnya,” ujar Menteri Rudiantara, di Gedung KPK, Jakarta, (2 Okt 2018)

Justru sebaliknya, Menteri Rudiantara mengatakan, terhadap segala dukungan dari pihak manapun selama positif dan tidak dengan kepentingan tertentu untuk membantu penanganan krisis bencana alam di Sulawesi Tengah amat diapresiasi.

Sebelumnya, FPI menganggap bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengabaikan kebenaran aksi mereka di Palu dan Donggala untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami.

FPI menganggap, bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika yang telah menyebarkan kabar hoax ke media dan media sosial terkait aksi kemanusiaan di Palu.

Foto mengenai aksi bantuan FPI untuk korban bencana alam di Palu dan Donggala awalnya beredar di media sosial.

Menteri Rudiantara menjelaskan, faktanya bahwa foto yang viral di media sosial itu adalah para relawan FPI yang sedang membantu korban tanah longsor di Desa Tegal Panjang, Sukabumi, Jawa Barat, pada tahun 2015. Bukan relawan FPI yang sedang membantu korban gempa bumi di Palu dan Donggala.

“Saya baca di berbagai media, sebenarnya apa sih yang diomongin? Ternyata adalah fotonya yang tidak benar yang seolah-olah diklaim di Palu. Foto itu kan diambil tahun 2015 di Sukabumi,” ujar Menteri Rudiantara.

Menteri Rudiantara mengungkapkan, seluruh aktivitas kepedulian sosial harus didukungan termasuk juga dari FPI, (saat ini di Palu, Donggala, Sulteng).

Patut diingat, pada saat Tsunami Aceh 2004, ratusan relawan FPI dari berbagai penjuru tanah air, juga dengan suka-rela tanpa komando terjun ke lokasi bencana. Namun perjuangan mereka dinafikan, tanpa expose pemberitaan.

“FPI selalu hadir suka-rela di setiap terjadi musibah tanpa gembar-gembor, tapi dinafikan perjuangan mereka,” ujar Habib Wawan Almahdaly dari Pontianak, Kalbar, beberapa waktu yang lalu. *BNTimeVois/CNN

(Visited 44 times, 1 visits today)

Comments are closed.