Peristiwa 1998 Bisa Terulang: Ribuan Mahasiswa Mulai Turun ke Jalan, Dimulai dari Riau  Tuntut Jokowi Turun Tahta, Jokowi Dinilai Salah Urus Negara


Ribuan Mahasiswa Riau Tuntut Jokowi Turun Tahta, Senin (10/9-2018) / jawapos
[ A+ ] /[ A- ]

“Krisis ekonomi Indonesia sudah berada diujung fanduk. Ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) turun ke jalan, Senin (10/9-2018).”

TAMPAKNYA Dejavu (peristiwa masa lalu) aksi 1998 yang tak bisa dihindari, gerakan mahasiswa menjadi pelopor kejatuhan Presiden Republik Indonesia kedua, Soeharto kala itu. 

 “Aksi kemarin membuat Dejavu 1998,” kata Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/9), diposting kembali oleh riauone.

 Sebabnya saat itu krisis ekonomi akibatkan rakyat semakin menjerit karena kenaikan sejumlah kebutuhan pokok berawal dari anjloknya nilai rupiah. 

 Andrianto menambahkan, aksi itu diikuti bukan puluhan atau ratusan. Ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau turun ke jalan menuntut Presiden Joko Widodo mundur. 

 “Ini bukti mahasiswa masih ada nurani untuk kondisi bangsa,” ujarnya. 

 Aksi ribuan mahasiswa Riau ini digelar di depan Gedung DPRD Riau. Mahasiswa memenuhi jalan depan gedung wakil rakyat itu. 

Para mahasiswa menuntut Presiden Joko Widodo turun dari jabatannya. Mereka datang dengan atribut berupa kain putih bertuliskan ‘Turunkan Jokowi’ yang ditulis dengan cat semprot warna merah. 

 Selain itu mahasiswa lengkap kenakan almamater ini juga menuntut stabilkan perekonomian bangsa, selamatkan demokrasi Indonesia, dan usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau.

 Sementara itu seperti dilansir teropongsenayan, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak berkomentar soal demo ribuan mahasiswa Universitas Islam (UIR) tersebut menurutnya, aksi itu hal yang biasa saja.

 

Aksi Ribuan Mahasiswa UIR, Senin (10/9-2018) Menuntut Presiden Jokowi turun darii jabatannya (merdekacom

“Menjadi luar biasa ketika rezim Jokowi-JK menganggap demo itu merupakan hal yang tabu dan itu dianggap makar,” ujar Dahnil seusai diskusi bertajuk ‘Pemilu dan Pilpres di Tengah Badai Krisis’ di Sekretariat Indonesia Democracy Monitor, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018) sore. 

“Demo juga menjadi sesuatu hal yang luar biasa karena pemerintah paranoid terhadap mereka yang berbeda pandangan politik,” sambungnya.

Padahal, jelas Dahnil, di era SBY pun demo terjadi. Dan Pemerintah sebelumnya biasa-biasa saja menanggapinya. 

Menurut Dahnil hal tersebut terjadi disebabkan, awal pemerintahan Jokowi-JK sudah membangun kamuflase pencitraan. 

“Jadi ketika ada kritik takut. Tapi kalau pemerintah membangun dengan tidak pencitraan maka akan biasa saja terhadap kritik dan tidak takut,” ucapnya.

Kemudian, tegasnya, bukan tak mungkin gerakan mahasiswa ini akan makin membesar jika keadaan bangsa terus menurun. 

“Itu (mahasiswa) bisa mempengaruhi mahasiswa yang lain. saya pikir sama kayak gerakan emak-emak itu juga pengaruhnya di mana-mana,” bebernya.

“Bahkan, emak-emak lebih militan dibandingkan dengan mahasiswa,” pungkasnya.

Terpisah, juru bicara pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Solahuddin Uno, Andre Rosiade menilai, demonstrasi yang dilakukan ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) menunjukkan pemerintahan Joko Widodo salah mengurus negara.

“Saya rasa bukan hanya mahasiswa Riau, kita lihat demonstrasi sudah ada dimana-mana, berarti apa? Bahwa ada yang salah di bangsa ini, ada yang kurang dari kinerja pemerintah,” kata Andre di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Andre juga mempercayai gerakan yang dilakukan ribuan mahasiswa itu merupakan kenyataan kedaaan hidup yang semakin sulit.

“Mereka (mahasiswa) itu selalu turun lapangan berteriak kalau ada masalah rakyat menjerit, sudah saatnya rakyat menyuarakan kebenaran harga-harga naik bahwa mereka tamat sekolah tidak ada jaminan pekerjaan, ekonomi memburuk saya rasa itu aksi yang benar bahwa menyuarakan kepentingan benar. Saya rasa ini bagian dari demokrasi, dan jangan sampai juga aparat bilang ini makar,” tandasnya.

Seperti diketahui, Ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) menggelar aksi demonstrasi di DPRD Riau, Senin (10/9/2018) sore. Mereka menuntut, agar Presiden Joko Widodo untuk diturunkan dari jabatannya.

Dengan memakai almamater biru, mereka mengarak sebuah pocong dan spanduk besar bertulis “Turunkan Jokowi”.*BNTime/Riauonei/Tsc                     

(Visited 24 times, 1 visits today)

Comments are closed.