Anwar Nasution: Kondisi Rupiah Saat Ini seperti Penyakit Malaria,  Jokowi Mesti Tegas Ganti Menkeu dan Menteri BUMN


Prof.DR.Anwar Nasution/Net
[ A+ ] /[ A- ]

“Mantan Deputi Bank Indonesia – Prof.DR. Anwar Nasution, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertindak tegas guna menguatkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Salah satu tindakan adalah mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Rini Soemarno.”

ANWAR menganalogikan kondisi Rupiah saat ini seperti penyakit Malaria. Agar bisa sembuh dari Malaria, dia mengusulkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Rini Soemarno diganti.

“Apa yang mereka lakukan, Rini Soemarno coba ada nggak BUMN yang melakukan ekspor, nggak ada. Sri Mulyani tax ratio 10 persen, apa yang dilakukan, kaga ada,” ujar Anawar di Jakarta, Minggu (9/9/2018).

“Jelas lemah. Kalau saya, saya pecat itu semuanya,” tegas ahli ekonomi ini.

Mantan Ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) itu berharap Jokowi mengambil tindakan tegas agar Indonesia keluar dari zona krisis.

Bila tidak, ungkap dia, hal itu akan memengaruhi elektabilitas Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kalau begini coba lihat itu. Kalau besok, sebentar lagi krisis, jelas Jokowi akan hancur. Padahal saya itu suka sama dia. Kerjaannya dulu (membuat) meubel untuk diekspor. Meubel itu menyerap tenaga kerja,” paparnya.

Baca juga: Kembalikan Nilai Tabungan yang Hilang Milik Masyarakat, atau Pecat Sri Mulyani dan Perry Warjiyo!

 

Anwar  kembali menegaskan analoginya yang menyamakan pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS dengan penyakit Malaria.

“Dollar itu kayak orang sakit malaria, tapi masih tinggi (kalau sekarang), saya pernah merasakan sakit malaria, itu ga sehat,” kata Anwar.

“Karena dollar naik, harga tempe naik, orang bayar utang sulit. Yang ngutang siapa? Pemerintah ngutang, BUMN ngutang, bagaimana bayarnya itu,” jelasnya.

Dia pun mendesak agar Pemerintah berani mengambil tindakan tegas kepada pengemplang pajak yang selama ini tidak taat bayar pajak.

“Jangka pendek tingkatkan capital control, jangka panjang tingkatkan

penerimaan pajak, bagaimana tingkatkan pajak, tangkap itu orang yang tidak bayar

pajak, lakukan audit. Jangan cuma lakukan amnesti,” paparnya.*BNTime/TSC

(Visited 16 times, 1 visits today)

Comments are closed.