Oknum Guru Lakukan Pencabulan Massal Murid SD, KPAI Minta Seluruh Orang Tua Korban Lapor Polisi


[ A+ ] /[ A- ]

“Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan guru bahasa Inggris SD yang diduga mencabuli belasan muridnya di Depok terancam dijerat UU Perlindungan Anak. Guru tersebut, W (23), diduga melecehkan dan mencabuli murid-muridnya di sekolah.”

KOMISIONER KPAI Retno Listyarti mendorong seluruh orang tua  melapor. Baru 4 dari total 13 korban yang mengadu ke polisi.

“Ini kan korban lebih dari satu. Juga ada pertimbangan, walaupun dari tigabelas korban baru empat yang melapor,” ujarnya kepada KBR ketika dihubungi, Rabu (13/6/2018) siang.

“Semakin banyak yang melapor sebetulnya semakin banyak pemberatan, jadi hukumannya bisa makin berat,” jelasnya lagi.

Retno menjelaskan, pihaknya akan mendampingi Polres Depok dalam memproses kasus ini. Dia akan memastikan polisi menerapkan UU Perlindungan Anak dalam menjerat pelaku.

UU Perlindungan Anak Pasal 82 mengancam pelaku pencabulan dengan penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun serta denda paling banyak 5 miliar Rupiah. Masa hukuman ditambah 1/3 jika pelaku merupakan wali, pengasuh anak, atau pendidik.

Retno menambahkan, pelaku juga bisa dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dari informasi yang dihimpun KPAI, pelaku diduga mempertontonkan video porno dari ponselnya dan mengirim video tersebut ke ponsel murid-muridnya.

“Ini berarti harus ada UU lain ketika mengirim video porno dari handphone-nya ke handphone anak,” jelasnya.

Pelaku W diduga melakukan pencabulan terhadap 14 murid laki-lakinya saat jam pelajaran berlangsung. KPAI menyesalkan kasus pelecehan yang dilakukan oknum guru sekolah dasar di Depok itu terhadap belasan murid laki-laki.

Mirisnya, pelecehan terjadi di kelas, siswa diminta membuka celananya. Modus yang juga dilakukan adalah mengajak anak-anak berenang dan jalan-jalan.

Untuk mengawal kasus ini, KPAI pada Senin (11/6) telah menurunkan tim sekaligus meminta progres penanganan kasusnya oleh Polresta Depok.

Tim terdiri dari Susanto (Ketua KPAI) dan Retno Listyarti (Komisioner bidang Pendidikan).

“KPAI juga akan bertemu pelaku untuk mendalami profile guru sebelum dan selama menjadi pendidik,” ujar Susanto.

KPAI juga akan mendalami modus yang dilakukan. Selain untuk kepentingan pendalaman kasus juga mengetahui tren modus terkini yang dilakukan terduga pelaku.

Hal ini penting diketahui publik agar meningkatkan kewaspadaan sekolah. Sekolah sejatinya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Info yang diperoleh KPAI menunjukkan, pelaku diduga melakukan perbuatan tidak senonohnya saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di dalam kelas. Antara lain mengajak anak-anak nonton bareng film porno dari handphone-nya, dan mengajari anak-anak senam tangan (masturbasi),” urai Retno. *BNTime

(Visited 56 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.