Baru 7 Bulan Jabat Mensos, KPK pun Menerkam Idrus Marham


[ A+ ] /[ A- ]

“Jejak penangkapan bermula ketika KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) melancarkan aksi populernya,  Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dana pelicin kontrak Proyek Pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau-1 (2×300 megawatt) di Provinsi Riau.”

TERUNGKAPNYA kasus tersebut, seperti dijelaskan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan kepada awak media, Sabtu (14 Juli 2018), berawal dari informasi masyarakat.

Maka sehari sebelum keterangan pers diberikan, Jumat (13 Juli 2018) petang, tim OTT KPK bergerak menangkap beberapa orang, antara lain Johannes Budisutrisno Kotjo yang terkait serah terima uang haram di lantai VIII Graha BPIP, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Barang bukti yang diamankan ketika itu hanya Rp.500 juta pecahan Rp.100.ribu.

Sementara itu tim lain KPK berikutnya sekitar jam 16.30 WIB mengamankan Eny Maulani Saragih, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI termasuk supir di rumah dinas Menteri Sosial, Idrus Marham.

Idrus Marham sendiri mengaku tak ada sangkut apa pun dengan kasus yang menjerat Eny, hanya kebetulan penangkapan Eny di rumahnya yang tengah menghadiri ulang tahun anaknya (anak Idrus Marham). Namun sebelumnya, nama Idrus Marham sudah disebut-sebut ada di lingkaran kasus sejawatnya sesama politisi Golkar, Eny Maulani Saragih itu

Eny Maulani Saragih oleh KPK diduga kuat telah menerima uang pelicin total Rp.4,8 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackold Natural Resources Limited (BNLR) untuk memuluskan proses penandatanganan kerjasama pembangunan proyek PLTU-1 Riau. Barang bukti Rp.500 juta yang di-OTT KPK diduga adalah penyerahan yang keempat kalinya sejak November 2017.

Kasus tersebut membuat Eny Maulani Saragih harus mengenakan seragam rompi orange sebagai tahanan KPK.

Dari pendalaman yang terus dilakukan KPK, dalam kasus yang dimainkan Eny Maulani Saragih dengan Johannes Budisutrisno Koco yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka utama, diduga kuat kalau Idrus Marham ikut berpat-gulipat dalam urusan Proyek PLTU Riau-1. Idrus dijanjikan menerima jatah yang sama dengan Eni,  USD 1,5 juta, fee 2,5% dari nilai proyek.

Akhirnya secara mengejutkan, Idrus Marham tiba-tiba menyatakan mundur dari jabatan Menteri Sosial. Dia mengerti jika lembaga anti rasuah itu telah meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan berarti bakal ditetapkan jadi tersangka.

“Saya sudah sampaikan ke Bapak Presiden,” ujar Idrus.

Entah barangkali mendapat bocoran, tak lama setelah dia menyatakan mudur dari Kabinet Pemerintahan Jokowi, KPK resmi menetapkan Idrus Markam sebagai tersangka, Jumat (24 Agustus 2018).

Selama lk. 20 tahun  Idrus Marham setia menggeluti politik;  Anggota MPR-RI 1997/1999, anggota DPR-RI 1999/2004, 2004/2009, dan 2009/2011, lalu menjabat Sekjen Partai Golkar sejak priode kepemimpinan Abu Rizal Bakri hingga di bawah kepemimpinan Setya Novanto yang tersengat kasus E-KTP

Karir politik pria kelahiran .Pinrang, Sulawesi Selatan 13 Agustus 1962 itu terus meroket. Puncaknya ketika pada 17 Januari 2018 Presiden Jokowi di Istana Negara melantiknya  menjadi Menteri Sosial  menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang mengundurkan diri karena ikut di Pilgub Jatim 2018.

Namun Idrus Marham hanya 7 bulan menjabat Menteri Sosial, karena dirinya tak luput dari terkaman KPK.

Selanjutnya Presiden Jokowi hari itu juga, Jumat (24 Agustus 2018)   melantik Agus Gumiwang Kartasasmita untuk mengisi kursi jabatan Mensos yang ditinggalkan Idrus Markam. Agus adalah politisi yang pernah dipecat Partai Golkar karena loyal pada Jokowi di Pilpres 2014, sementara Golkar di bawah Abu Rizal Bakri ketika itu mendukung Capres/Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. .

Penetapan Idrus Marham sebagai tersangka oleh KPK memang agak mengejutkan kalangan politisi, termasuk dari kubu lawan politiknya, karena selama ini Idrus Marham tak pernah terdengar macam-macam. Seperti kata Fahri Hamzah; “Sekali lagi, nasib Pak Idrus itu sedang sial (apes) saja.” *BNTime

Editor: Effendy Asmara Zola

(Visited 38 times, 1 visits today)

Comments are closed.