Setelah PPP dan PAN, Kini Giliran Hanura dan Nasdem Ditinggalkan Sejumlah Kadernya


[ A+ ] /[ A- ]

“Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra – Sandiaga Uno, menyambut baik hijrahnya anggota DPRD DKI dari Fraksi Hanura dan Nasdem ke partainya.”

BEGINI kata Sandiaga Uno:

“Pilihan politik itu diserahkan kepada masing-masing individu dan sesuai dengan hati nurani mereka. Demokrasi itu menjamin kebebasan masing-masing individu atau tokoh maysrakat untuk aktif berpolitik,” ujarnya di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (11/7/2018).

Selain itu, Sandi berharap jika para kadernya terpilih pada Pemilu 2019,  harus menjadi penyambung lidah rakyat.

“Tentunya kita buka pintu seluas-luasnya bagi demokrasi untuk menjadi lebih matang ke depan – yang  diperjuangkan masyarakat, asal jangan lupa saja masyarakat yang harus terwakili semuanya. Gerindra terbuka tentunya,” tandasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD DKI Wahyu Dewanto mengundurkan diri dari Partai Hanura. Dia kemudian memutuskan pindah dan mendaftar jadi calon legislatif dari Partai Gerindra.

Tak hanya Wahyu, anggota DPRD DKI dari fraksi partai lain yang juga terdaftar dalam caleg Partai Gerindra. Dia adalah Inggard Joshua dari Fraksi Partai Nasdem.

Beberapa waktu sebelumnya, sejumlah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN), hijrah ke ‘perahu’ yang dikemudikan Yusril Ihya Mahendra, Partai Bulan Bintang (PBB).

Klik Artikel Terkait :  Ramai-ramai Tinggalkan PPP dan PAN Hijrah ke PBB,

Mereka datang ke kantor DPP PBB di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (16/4-2018), untuk bergabung dengan partai Islam berlambang bulan Sabit dan bintang itu. Antara lain Wakil Ketua Umum PPP kubu Romahurmuziy, Tamam Achda, mantan Sekretaris Majelis Pakar PPP – Ahmad  Yani dan Anwar Sanusi. Sementara politisi PAN yang bergabung ke PBB adalah Djoko Edi Abdurrahman.

Menurut Ahmad Yani, ada sekitar 30 mantan pengurus dan elite PPP yang hijrah ke PBB.

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menyambut baik bergabungnya politisi PPP khittah dan PAN ke partainya.

“PBB merupakan rumah besarnya umat Islam, jadi terbuka bagi siapa saja yang beragama Islam. Kecuali, kelompok penista agama dan PKI tidak kita terima,” katanya waktu itu. *BNTime/TSC 



Komentar anda:

komentar



(Visited 17 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *