Prabowo: Indonesia Sedang Sakit


[ A+ ] /[ A- ]

“Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia saat ini sedang sakit.”

KONDISI tersebut terlihat dari banyaknya kasus korupsi yang masih terjadi hingga saat ini.

Selain itu, sakitnya Indonesia juga terlihat dari banyaknya kekayaan alam yang justru dinikmati oleh asing.

Prabowo mengatakan, akibat penyakit tersebut masyarakat Indonesia tidak bisa hidup nikmat di negara sendiri.

“Semua sakit, celakanya ada elite yang merasa tidak sakit. Saya menduga, mereka itulah yang menikmati keuntungan dari kondisi bangsa kita saat ini,” katanya di Jakarta, Minggu (29/7-2018).

Prabowo mengatakan untuk mengatasi dan mengobati penyakit Indonesia itulah Partai Gerindra yang dipimpinnya datang.

Dia mengklaim, partainya akan berupaya bersama rakyat mengobati penyakit yang menggerogoti Indonesia.

“Tujuan saya, tujuan Gerindra, menyelamatkan masa depan rakyat Indonesia, menyelamatkan cucu kita. Tidak ada kami cari pangkat atau kekuasaan,” katanya.

KPK belakangan ini gencar menangkap pejabat daerah. Paling anyar, Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan yang merupakan adik kandung Ketua MPR Zulkifli Hasan menambah daftar pejabat yang terjaring operasi tangkap tangan KPK.

Setidaknya ada 10 kepala daerah yang menyandang status tersangka korupsi di KPK pada 2018. Secara akumulatif, saat ini KPK mencatat ada setidaknya 18 gubernur dan 75 bupati/wali kota yang terjerat korupsi.

Sementara di ranah legislatif, KPK mencatat setidaknya ada 195 anggota DPR dan DPRD yang telah diproses di KPK, terdiri dari 73 anggota DPR dan 122 anggota DPRD.

Jerat kasus korupsi menjadi sorotan Komisi Pemilihan Umum. Peraturan KPU tegas melarang eks napi korupsi mendaftar jadi calon anggota legislatif di Pemilu 2019.

Meski demikian aturan tersebut tak menyurutkan niat bakal caleg yang pernah berperkara dalam kasus korupsi. Bawaslu RI menemukan ada 199 bakal caleg yang merupakan eks napi korupsi.

Berdasar temuan Bawaslu, tiga partai yang paling banyak mendaftarkan bakal caleg eks napi korupsi adalah NasDem sebanyak 17 orang, Golkar 25 orang, dan paling banyak Gerindra 27 orang.*BNTime/CNN

(Visited 21 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.