Pembunuh Ustadsz Prawoto Dituntut 6,6 Tahun Penjara, Ternyata Tidak Gila


Asep Maftuh -Prawoto- Asep Maftuh pembunuh ustadz Prawoto (foto: viralblogspot) fotoviralblogspo
[ A+ ] /[ A- ]

.“AM (Asep Maftuh) yang dinyatakan polisi sebagai orang gila –  penganiya Ustadz Prawoto, ternyata waras. Faktanya, di persidangan dia bisa berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, menyatakan menyesal dan akan melakukan pembelaan.”

JAKSA Penuntut Umum (JPU) menuntut Asep Maftuh – pembunuh  Komandan Brigade PP Persis – Ustadz Prawoto, dengan hukuman penjara 6,6 tahun. Ia dianggap telah terbukti menghilangkan nyawa seseorang.

“Menuntut terdakwa dengan hukuman penjara enam tahun, enam bulan dikurangi masa tahanan,” ujar JPU, Dina Aneu dalam sidang tuntutan di PN Bandung, Kamis (26/7-2018) .

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU, Aneu menilai Asep Maftuh terbukti bersalah karena telah membunuh Ustadz Prawoto secara sengaja.

Sebelum menjatuhi tuntutan, Aneu membacakan hal yang memberatkan dan meringankan. Untuk memberatkan, perbuatan Asep telah meresahkan masyarakat karena aksinya yang telah menghilangkan nyawa ustadz Prawoto.

Sementara yang meringankan, Asep berlaku sopan selama persidangan, menyesali perbuatannya dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya di kemudian hari.

“Hal tersebut mohon menjadi pertimbangan hakim,” ujar Aneu.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim yang dipimpin Wasdi Permana mempersilakan Asep untuk berkonsultasi dengan penasihat hukumnya guna menanggapi tuntutan jaksa. Melalui penasihat hukumnya, Asep menyatakan akan mengajukan pembelaan pekan depan.

Komando Brigade PP Persis, Ustadz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria pada Kamis (2/1-2018) pagi.

Berdasarkan pernyataan dari Humas Brigade Persis Komando Pusat, pelaku berinisial AM melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan linggis.Awalnya tersangka sempat diduga gila.

Namun adik ipar korban, H Didin mengungkapkan, sering bertegur sapa dengan pelaku dan melihat kondisinya normal. Selain itu, pelaku yang tinggal berdekatan dengan korban berdasarkan keterangan warga sering berkegiatan hiburan karaoke.

“Dia tidak gila, normal. Kalau punya uang biasanya karaokean. Tapi kalau gak punya uang suka ngamuk,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Cigondewah Kidul, Kota Bandung, Jumat (2/2-2018).

Menurutnya, pelaku tinggal di rumah milik adiknya yang bersebelahan dengan rumahnya dan rumah korban. Beberapa kali memang, pelaku pernah membahayakan orang lain dengan membakar sebagian rumahnya sendiri. Ia mengaku, tidak mengetahui alasan yang bersangkutan membakar rumah. *BNTime/Rol 

(Visited 29 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.