Mantan PM Najib Razak Ditangkap KPK Malaysia, Satu Politisi Buronannya Diringkus PolRi di Jakarta


Mantan PM Malaysia Najib Razak (Foto:AFP), iNSERT Jamal Yunos (Foto:Istimewa)
[ A+ ] /[ A- ]

Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ditahan. Hal tersebut diutarakan oleh pengacaranya.”

NAJIB dianggap sebagai tokoh kunci kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Kabar ditangkapnya Najib diutarakan melalui situs The Malaysian Insight melalui Twitter.

“Lepas pukul 4.14 sore (waktu setempat) politisi berusia 65 tahun itu tampak meninggalkan kediaman pribadi dengan menumpang mobil polisi,” sebut laporan itu, dikutip South China Morning Post, Selasa 3 Juli 2018.

Sementara pengacara Najib mengatakan kemungkinan besar kliennya akan didakwa besok, Rabu 4 Juli 2018.

Sejak kalah dalam pemilu 9 Mei lalu, pemerintahan baru Malaysia yang dipimpin oleh Mahathir Mohamad melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi 1MDB.

Mahathir dan beberapa pejabat tinggi lainnya menyebutkan bahwa ada bukti jelas bahwa Najib menyelewengkan dana 1MDB. Sementara Kejaksaan Agung AS mengatakan bahwa sekitar USD700 juta masuk ke dalam rekening pribadi Najib dari dana 1MDB.

Sementara itu dikabarkan, politikus bekas partai berkuasa Malaysia United Malays National Organisation (UMNO) Jamal Yunos, ditangkap di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Jamal merupakan buronan kasus 1Malaysia Development Berhad (1MDB) di negeri itu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian/ANT-Nugroho Gumay/MTV

“Kemarin sore sudah ditangkap. Kepala polisinya (Malaysia) menghubungi saya kemudian timnya memberi informasi terkait seorang DPO asal Malaysia bernama Jamal,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Rupatama Mabes Polri, Jakarta  Selatan, Selasa, 3 Juli 2018.

Surat perintah penangkapan Jamal dikeluarkan pada 1 Juni dengan tuduhan pelanggaran melarikan diri atau menolak tahanan polisi. Belakangan, Jamal yang telibat skandal korupsi mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak itu diketahui kabur hingga Indoensia dengan cara ilegal.

“Yang bersangkutan ini tersangka dan saksi kunci dalam kasus itu,” ucap eks Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu.

Jamal tercatat kabur mulai wilayah Medan, umatera Utara. Kemudian tim investigasi melanjutkan pencarian di kawasan Ibu Kota melibatkan jajaran Polda Metro Jaya.

“Dari Medan beliau ke Jakarta sehingga dia berangkat tanggal 13 Juni dan 2 Juli ditangkap di Tebet dan diamankan di Polda Metro Jaya,” ucap dia.

Tito telah menginformasikan penagkapan Jamal kepada Polisi Diraja Malaysia. Dalam waktu dekat, deportasi bakal dilakukan.

“Mendagrinya sudah bikin ucapan terima kasih kepada Polri karena yang bersangkutan  ini penting bagi mereka,” ucap Tito.*BNTime/Mtv

 

 

(Visited 30 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.