Ini Daftar Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK di Tahun Politik 2018


ilustrasi
[ A+ ] /[ A- ]

“Sebelum Gubernur Aceh – Irwandi Yusuf dkk. terjaring OTT KPK, Selasa (3 Juli 2018), KPK juga menangkap sejumlah Kepala Daerah yang diduga melakukan praktek menerima suap.”

INILAH Daftar Kepala Daerah yang terjaring OTT KPK dalam separuh tahun 2018 ini, dilansir  mtvnews :

1.Bupati Hulu Sungai Tengah ABDUL LATIF (Golkar), kasus dugaan Komitmen Fee Proyek Pembangunan RSUD Damanhuri, Barabai, Rp.3,6 miliyar, (4 Januari 2018);

2.Bupati Kebumen MOHAMMAD YAHYA FUAD, kasus dugaan Suap dan Gratifikasi APBD 2016, Rp.2,3 miliyar, (23 Januari 2018);

3.Bupati Halmahera Timur RUDI ERAWAN (PDIP), kasus dugaan Suap Proyek Infrastruktur Kemenpupera 2016, Rp.6,3 miliyar, (31 Januri 2018);

4.Gubernur Jambi ZUMI ZOLA (PAN), kasus dugaan Suap Pembahasan RAPBD Jambi 2018, Rp.6 miliyar, (2 Februari 2018);

5.Bupati Jombang NYONO SUHARLI WIHANDOKO (Golkar), kasus dugaan Suap Perizinan Pengurusan Jabatan di Pemkab Jombang, Rp.225 juta, (3 Februari 2018):

6.Bupati Ngada MARIANUS SAE (PDIP), kasus dugaan Suap Sejymlah Proyek di Kab.Ngada, NTT, Rp.4,1 miliyar, (11 Februari 2018);

7.Bupati Subang IMAS ARYUNINGSIH (Golkar), kasus dugaan Suap Izin Pembuatan Pabrik dan Tempat Usaha, Rp.1,4 miliyar, (14 Februari 2018);

8.Bupati Lampung Tengah MUSTAFA (Nasdem), kasus dugaan Suap kepada DPRD Lampung Tengah, Rp.1 miliyar, (16 Februari 2018);

9.Walikota Kendari ADRIATMA DWI PUTRA (PAN), kasus dugaan Suap Pengadaan Barang dan Jasa di Pemkot Kendari, Rp.2,8 miliyar, (28 Februari 2018);

10.Walikota Malang MOCH.ANTON (PKB), kasus dugaan Suap APBD-P Pemkot Malang 2015, Rp.600 juta, (27 Maret 2018);

11.Bupati Bandung Barat ABUBAKAR (PDIP), kasus dugaan Gratifikasi Kepada Sejumlah Kepala Dinas untuk Biaya Pencalonan Isterinya, ELIN SUHARLIAH di PILKADA, Rp.435 juta, (10 April 2018);

12.Bupati Bengkulu Selatan DIRWAN MAHMUD (Perindo), kasus dugaan SUAP dari Pengusaha atau Kontraktor, Rp.750 juta, (15 Mei 2018);

13.Bupati Buton Selatan AGUS FEISAL HIDAYAT (PDIP), kasus dugaan Suap Proyek di Buton Selatan, Rp.400 juta, (23 Mei 2018);

14.Bupati Purbalingga TASDI (PDIP), kasus dugaan Suap Pembangunan Islamic Center, Rp.77 miliyar, (4 Juni 2018);

15.Walikota Blitar SAMANHUDI ANWAR (PDIP), kasus dugaan Suap Ijon Proyek Pembangunan SMP di Blitar, Rp.1,5 miliyar, (8 Juni 2018):

16.Bupati Tulungagung SYAHRI MULYO (PDIP), kasus dugaan Pembangunan Infrastruktur Peningkatan Jalan Dinas PUPR, Rp.1 miliyar, 8 Juni 2018);

17.Gubernur Aceh IRWANDI YUSUF (PNA), kasus dugaan Komitmen Fee terkait Penganggaran (Otonomi) Daerah, kerugian Negara masih dihitung, (3 Juli 2018);

Irwandi Gubernur Aceh dua priode (2007-2012 dan 2017-2022), Staf Pengajar (PNS) pada FKH Unsyiah (1989-2007), mantan Staf Khusus Komando Pusat Tentara GAM (1998-2001), lulusan Oregon State University, Amerika Serikat.

Bersamanya ditangkap juga dalam OTT KPK, Bupati Bener Meriah AHMADI dan 8 orang lainnya.*BNTime/mtv  

*Terinci, mereka politisi PDIP 7,  Golkar 3,  PAN 2, lalu Nasdem, PKB, Perindo, dan PNA (Partai Nanggroe Aceh) masing-masing 1 (satu) yang terjaring OTT KPK tersebut.

(Visited 28 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.