Gubernur Provokator Cornelis Dipolisikan ke Bareskrim Mabes Polri


CORNELIS
[ A+ ] /[ A- ]

“Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) melaporkan Gubernur (non aktif) Kalimantan Barat – Cornelis, ke Bareskrim Mabes Polri, karena melakukan penghinaan dan ujaran kebencian dengan SARA di sebuah akun YouTube.”

DALAM pidato tersebut nampak dalam sebuah acara daerah, Cornelis menyatakan bangsa Indonesia bukan lagi mental budak tapi mental hamba, karena sudah sangat lama dijajah oleh kerajaan kerajaan Melayu dan Islam, sama seperti Belanda.

“Tentunya kami umat muslim di Indonesia yang dijajah Belanda, malah dianggap sama dengan Belanda selaku penjajah selama 350 tahun,” ujar Sekjen Korlabi, Novel Bamumin kepada Warta Pilihan di Jakarta, Rabu (4/7-2018).

Novel menjelaskan, Cornelis telah mencemarkan nama baik Kerajaan Melayu, Islam serta umat Islam dan melakukan penyimpangan sejarah dalam pidatonya tersebut.

Dalam kesempatan sama, Ketua Korlabi – Damai Hari Lubis berharap, agar Polri cepat melakukan tindakan sesuai kewenangannya termasuk terkait laporan-laporan yang pernah dilakukan Korlabi sebelumnya.

Ujaran Kebencian Cornelis yang menistakan Kerajaan2 Melayu dan Islam di tanah air:

“Laporan hari ini juga sebagai bentuk dukungan riil terhadap aksi atas imbauan Kyai Shobri Lubis selaku tokoh ulama, yang rencananya akan unjuk rasa pada Jumat (6/7-2018) dan diikuti ratusan elemen kelompok masyarakat,” ujar Lubis.

Aksi tersebut, kata Lubis menyangkut permasalahan ujar kebencian yang dilakukan Cornelis, Viktor Laiskodat, Ade Armando, Guntur Romli, korupsi e-KTP, dan kasus lain yang belum diproses satupun oleh pihak kepolisian.

“Terlapor Cornelis kami laporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 UU ITE dengan delik ujaran kebencian. Kami (Korlabi) juga mengimbau kepada semua pihak yang tidak suka terhadap ulama agar segera bertaubat,” tandasnya

Cornelis sebelumnya pernah dua kali mendalangi pengusiran ulama di Kalbar di awal tahun 2017. Pertama penghadangan Ustadz Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo, Kabupaten Sintang, lalu kali kedua Ustadz Bahtiar Nasir dan Ustadz Sobri Lubis di Bandara Supadio, Pontianak.

“Kalau Tengku Zulkaenaen atau Rizieq datang, usir! Saya provokatornya,” ujar Cornelis dalam sebuah acara di Kalbar ketika itu, terekam dalam video yang sempat viral waktu itu.

Akibatnya puluhan ribu umat Islam dari kabupaten/kota yang ada di Kalbar dipimpin beberapa ulama, melakukan Aksi Bela Islam dan melaporkan peleceh an terhadap ulama tersebut  ke Polda Kalbar, 20 Mei 2017.

Baca kembali: Aksi Bela Ulama 20 Mei di Pontianak, Polda Kalbar Datangkan 400 Brimob Kelapa Dua Dukung 3.633 Personil TNI/Polri

Namun karena tak terdengar proses tindak lanjut pelaporan ke Polda Kalbar itu, Cornelis yang sebentar lagi berakhir masa jabatannya sebagai Gubernur Kalbar makin menjadi-jadi, ya dengan melakukan pemutarbalikan fakta sejarah itulah – yang menyebut Kerajaan Melayu dan Islam 350 tahun menjajah Indonesia sama dengan Belanda.

Dalam pelaporan kali ini, pelapor Soni Putra hadir didampingi oleh Ketua Korlabi Damai Hari Lubis, Sekjen Novel Bakmumin Chaidar serta teman-teman dari Korlabi dan juga para aktivis muslim.

Sebelumnya FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) juga melaporkan hal yang sama ke Bareskrim Mabes Polri. *BNTime/WP (re-edit)



Komentar anda:

komentar



(Visited 224 times, 4 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *