Dari Rupiah Terpuruk, Hingga Banteng Ngamuk


Ilustrasi (beritabekasi.co.id)
[ A+ ] /[ A- ]

OlehBagas Kurniawan

 (‘Aliwa Institute)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penurunan, hingga saat ini rupiah masih dalam posisi Rp. 14.400 per dolar AS.”

DENGAN keadaan seperti ini membuat ekonom senior dan Mantan Kementrian Bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengingatkan kepada pemerintah khususnya bidang ekonomi bahwa kondisi ekonomi hari ini bukan permasalahan sepele. Salah langkah akan berakibat fatal bagi pemerintah.

Tokoh perubahan yang akrab disapa RR itu juga mengingatkan Reformasi Jilid II akan terjadi kalau permasalahan ekonomi ini tak segera diatasi. (24/5/18).

Warning, bagi Pemerintah bahwa ekonomi yang saat ini terjadi membuat masyarakat miskin kian terpuruk. Pasalnya bila Presiden Jokowi tidak secepatnya mengambil tindakan yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut, maka publik akan jenuh terhadap pemerintahan sekarang.

Melihat peristiwa nilai tukar rupiah beberapa hari ini dan pasca Pilkada serentak yang berlangsung pada Rabu, (27/7) pekan kemarin. Rakyat pun di suguhkan berita yang tentu sangat membuat hati rakyat khususnya Kalbar harus melihat kejadian yang di luar batas nalar.

Salah satu pasangan calon (paslon) yang diusung PDI Perjuangan di daerah Kalimantan Barat (Kalbar) terjadi kerusuhan yang mengakibatkan ruko-ruko dan rumah warga di bakar dan di hancurkan, setelah paslon kalah dalam Pilgub.

Menurut Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Simanjuntak “Kerusuhan dan ancaman paska kekalahan salah satu Calon di Kalimantan Barat adalah ancaman serius bagi Pancasila dan kehidupan demokrasi kita. Para radikalis dan anti Pancasila yang sesungguhnya menunjukkan wajah sebenarnya,” tulis Dahnil.

Begitulah sejatinya saat semua peraturan diserahkan kepada aturan manusia yang terbatas. Menyikapi melemahnya nilai tukar rupiah dan terjadinya kerusuhan pasca Pilkada. Membuat masyarakat dapat melihat dengan jelas bahwa siapa yang mengaku paling Pancasilais dan paling NKRI namun sejatinya itu adalah sebuah klaim tanpa bukti.

Berbeda halnya dengan organisasi Islam HTI yang saat ini di bubarkan dan dituduh anti Pancasila namun membuktikan bahwasannya ia tetap menunjukkan akhlak yang baik, tidak anarkis dan taat terhadap aturan hukum. Dan membuat masyarakat dapat berfikir mana yang cinta negeri dan mana yang ingin hancurkan negeri.

Ekonomi hancur, tingkat kekerasan tinggi, korupsi merajalela. Masyarkat harus cerdas dalam memilih dan memperjuangkan suatu kebaikan. Dan kebaikan tidak akan pernah terwujud bila aturan Islam tidak diterpakan. Karena Islam  adalah Agama yang sempurna dan paripurna, menjawab setiap permasalahan manusia, kini ataupun nanti. *BNTime/Swa

Wallahu’alam.

*Penulis adalah pengamat ‘Aliwa Institute

Tulisan sudah tayang sebelumnya di mediaoposisi.com



Komentar anda:

komentar



(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *