Aksi Emak-Emak Gruduk Istana Minta Turunkan Harga: “Kalau Nggak Turun, ya Bapak (Jokowi) yang Turun”


Aksi Barisan Emak-Emak Militan Indonesia (BEM) Indonesia (Foto-foto: Tempo)
[ A+ ] /[ A- ]

“Puluhan kaum ibu yang menamakan diri Barisan Emak-Emak Militan (BEM) Indonesia yang berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (18 Juli 2018), menuntut Presiden Joko Widodo (jokowi) menurunkan harga kebutuhan pokok, seperti beras, gas, BBM, tarif listrik dan yang viral belakangan ini kenaikan harga telur.”

DENGAN memukul-mukul alat dapur seperti panci, penggorengan dan sebagainya, mereka meneriakan kondisi paceklik ekonomi dapur yang berkepanjangan di bawah pemerintahan rezim Jokowi.

“Mari kita sama-sama turunkan harga. Kalau nggak turun ya Bapak yang turun,” ujar orator di atas mobil komando.

Nampak sejumlah emak-emak mengenakan baju kaos #2019GantiPresiden.

Mereka juga melontarkan pantun: “Lihat sapi makan pepaye, Jokowi jangan mimpi dua priode, mimpi kali yee.”

Emak-Emak Militan Indonesia 2018 (Foto:Tempo)

“Sekarang ini keadaan ekonomi sangat-sangat menderita, semua pada naik. Apa karena BBM pada naik atau semuanya pada naik kita nggak ngerti,” kata Fifi Nurwanto, korlap aksi kepada wartawan.

Diantara sejumlah poster yang dibawa emak-emak pengunjuk rasa ada yang bertuliskan “Kami Butuh Kesejahteraan Bukan Pencitraan”, “Kami Tidak Makan  Infrastruktur”, “Turunkan Tarif Daftar Listrik”. “Jangan Bebankan Kami Dengan Utang,” dan sebagainya.

Emak Militan Indonesia saat demo depan istana negara, Rabu 18 Juli 2018 (Foto:detikcom)

Sampai hari ini, Senin (23 Juli 2018) belum terdengar adanya sikap atau tanggapan dari pihak istana yang digeruduk emak-emak penanggungjawab agar asap dapur tersebut dapat terus ngepul. *BNTime

Komentar anda:

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.