Titiek: Sikap ABS Golkar Kebablasan, Membiarkan Pemerintah Gagal Sejahterakan Rakyat


Kemesraan politik yang tinggal kenangan tatkala bersama Ketum Golkar 2014-2019 Abu Rizal Bakri-(Foto:Tribunnewsbali)
[ A+ ] /[ A- ]

logo-bnt-“Mundurnya Siti Hediaty Hariyadi – yang akrab disapa Titiek Soeharto dari Partai Golkar, menimbulkan beragam anggapan dan tanggapan di internal partai berlambang pohon beringin itu.”

MISALNYA Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyayangkan dan prihatin, ia berharap setelah ini tidak ada lagi kader partai beringin itu yang keluar.

“Golkar rumah bersama, mari kita besarkan bersama,” imbau Bambang di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Atas pengunduran diri itu, Bamsoet mengaku kader Golkar akan bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas partai berlambang beringin ini. Apalagi beberapa suara Golkar berasal dari pendukung atau pencinta Soeharto.

“Tapi kami menghormati keputusan itu, berharap beliau bisa lebih berarti di Berkarya. Tentu perginya Mbak Titiek dari Golkar ke Berkarya, Golkar harus kerja keras lagi dan meningkatkan elektabilitasnya. Kita tidak tutup mata grassroot Partai Golkar sangat dipengaruhi Pak Harto, dan masih banyak sedikit mengenang Pak Harto tokoh Golkar dan menjadi panutan di Golkar,” tutur dia.

Sebelumnya, Titiek beralasan mengundurkan diri dari Golkar karena Golkar mendukung Jokowi menjadi capres 2019. Namun Bamsoet enggan berkomentar mengenai hal tersebut.

“Saya tidak menilai apa yang di hati Mbak Titiek, tapi fakta dan realitas Golkar saat ini mendukung penuh Jokowi dua periode,” tegasnya.

“Itu sudah jadi keputusan politik dia. Sebagai Golkar, sebagai kader, (saya) sangat prihatin, tinggal kita lihat DPP yang harus mengambil sikap terhadap ini,” jelas dia.

Sementara Politikus Golkar – Yorrys  Raweyai mengungkapkan penyebab Titiek Soeharto hengkang dari Golkar, karena puteri Presiden ke-2 RI Soeharto itu lantaran tidak mendapatkan kursi wakil ketua MPR.

“Dia (Titiek) pasti kecewa karena ada beberapa janji dari Ketum Golkar (Airlangga) yang belum dipenuhi, seperti janji untuk dijadikan Wakil Ketua MPR,” kata Yorrys di Sekretariat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Jalan Duren Tiga, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Yorrys mengingatkan agar pengurus Partai Golkar tegas dalam mengambil sikap dan bijaksana.

“Masalah ini menjadi pelajaran agar Golkar bisa lebih arif dan bijaksana dalam mengambil sikap dan keputusan,” jelas dia.

Namun ia juga menghargai keputusan Titiek bergabung dengan partai Berkarya, besutan adiknya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto).

Titiek memang pernah ditetapkan sebagai Wakil Ketua MPR menggantikan Mahyudin. Ketua DPP Partai Golkar Aziz Syamsuddin menyebut keputusan DPP mengganti kadernya yang duduk di pimpinan MPR karena butuh keterwakilan perempuan di level pimpinan MPR. Namun Mahyudin terus melawan. Menurut Mahyudin, alasan pencopotan dirinya dari kursi Wakil Ketua MPR terlalu mengada-ada.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Sarmuji menanggapi mundurnya Titiek Soeharto dari partai pohon beringin. tidak akan menganggu konsolidasi internal partai dalam menghadapi Pemilu dan Pilpres 2019.

“Golkar sudah terbiasa dengan peristiwa kepindahan kader. Daun yang jatuh adalah cara Tuhan untuk menumbuhkan daun baru yang lebih segar, kepindahan titik baik-baik saja, apa ada masalah sebelumnya?,” kata Sarmuji saat dihubungi, Senin (11/6/2018).

Ia pun menegaskan langkah Titiek Soeharto yang mundur dari Partai Golkar itu tetap dihormati oleh kalangan internal.

“Yang pasti kita selama ini memperlakukan Mbak Titiek dengan penuh hormat. Sekarang pun kita sikapi pengunduran Mbak Titik dengan penuh hormat,” terang Sarmuji.

.

Ingin Menjerit Menyuarakan Hati Nurani Rakyat

.

Diketahui, sebelumnya, secara mengejutkan Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) menyatakan mundur dari Partai Golkar. Dia juga segera mundur dari kursi DPR RI.

“Saya memutuskan untuk KELUAR dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai BERKARYA,” kata Titiek dalam peryataan politiknya, Senin (11/6/2018).

Titiek Soeharto mengaku, keputusannya keluar dari Golkar lantaran tidak betah dengan fatsun politik yang dianut partai beringin akhir-akhir ini.”

Titiek mengaku tidak tahan melihat fenomena ‘asal bapak senang’ (ABS) kepada Pemerintah yang menurutnya sudah kebablasan.

Harusnya, kata Titiek, meski sebagai partai koalisi pemerintah, Golkar harus tetap rasional dan lebih bijak dalam memberi masukan kepada setiap kebijakan pemerintah.

“Seharusnya Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik harus bisa memberi masukan,” kata Titiek kepada wartawan, Senin (11/6/2018).

Anggota Komisi IV DPR RI ini menilai, sikap Golkar sudah kebablasan dengan membiarkan pemerintah gagal sejahterakan rakyat.

“Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat,” tutur putri sulung Presiden RI ke-2 Soeharto itu.

.

Perahu Besar

.

Eksternal, tanggapan disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. Ia menilai, mundurnya Politisi senior Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) dari partai Partai Golkar merupakan keputusan yang sangat rasional dan harus dihargai.

“Mungkin karena ingin membesarkan partai adiknya sendiri (Tommy Soeharto. red) dan Golkar mungkin saja bukan lagi menjadi alat perjuangan yang cocok bagi Titiek Soeharto,” kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Menurutnya, berlabuhnya Titiek Soeharto ke Partai Berkarya tak akan memberi dampak yang signifikan untuk partai Golkar.

“Efek bagi Dapil juga tidak terlalu besar, (di tingkat Pusat) Tidak terlalu berpengaruh, hanya berpengaruh kecil. Tapi tidak akan banyak yang keluar, karena Golkar masih sebagai perahu besar,” terang dia.

Lebih jauh, Dosen Al Azhar Jakarta ini menceritakan bahwa partai Golkar merupakan partai yang tahan diterpa angin lantaran kuatnya akar beringin.

“Golkar sudah terbiasa ditinggalkan oleh tokoh-tokoh besar, dulu Edy Sudrajat keluar mendirikan PKPI, SBY mendirikan Demokrat, Wiranto mendirikan Hanura, Prabowo mendirikan Gerindra, Surya Paloh mendirikan Nasdem (tapi) Golkar masih tetap stabil,” ujarnya. *BNTime/TSC (re-edit)

Komentar anda:

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.